Lompat ke isi utama

Berita

Sofyan Djama: Bawaslu Membelajarkan Jadi Ruang Memperkuat Pengetahuan dan Perspektif Pengawasan

sofyan djama

Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd

Bone Bolango – Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd., menegaskan bahwa program Bawaslu Membelajarkan tidak hanya dirancang sebagai forum penyampaian materi, tetapi menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat kapasitas, perspektif, serta pemahaman terhadap berbagai isu strategis kepemiluan.

Hal tersebut disampaikan Sofyan saat memberikan pengantar dalam kegiatan Diseminasi Bawaslu Membelajarkan Volume II Tahun 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Sofyan, dinamika kepemiluan terus berkembang dan menuntut jajaran pengawas pemilu untuk tidak berhenti pada pemahaman regulasi semata. Pengawasan yang berkualitas, menurutnya, membutuhkan kemampuan membaca persoalan secara lebih utuh, termasuk memahami desain sistem pemilu dan dampaknya terhadap kualitas demokrasi.

“Bawaslu Membelajarkan kami hadirkan sebagai ruang untuk terus belajar, berdiskusi dan memperluas perspektif. Pengawasan pemilu tidak cukup hanya memahami aturan, tetapi juga harus memahami substansi dari setiap kebijakan dan bagaimana kebijakan tersebut berdampak terhadap hak pemilih serta kualitas representasi,” ujar Sofyan.

Ia menilai forum pembelajaran semacam ini memiliki manfaat penting, terutama dalam membangun kesamaan pemahaman di lingkungan pengawas pemilu terhadap isu-isu yang secara teknis cukup kompleks.

Pada Volume II Tahun 2026, Bawaslu Membelajarkan mengangkat klaster Desain Sistem Pemilu dengan materi “Implementasi Penataan Daerah Pemilihan: Prinsip Kesetaraan Nilai Suara, Besaran Dapil, Metode Penataan dan Tantangan Pengawasan.”

Sofyan mengatakan, penataan daerah pemilihan menjadi salah satu isu yang perlu dipahami secara komprehensif karena tidak sekadar berkaitan dengan pembagian wilayah dan jumlah kursi. Penataan dapil memiliki hubungan erat dengan prinsip kesetaraan nilai suara, keterwakilan masyarakat, hingga keadilan dalam sistem pemilu.

penulis & editor.ha/rn