Lompat ke isi utama

Berita

Alti Mohamad Ajak Pemilih Pemula Perkuat Pengawasan Partisipatif demi Mewujudkan Pemilu Berintegritas

Alti Mohamad

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH saat menjadi Narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik oleh Kesbangpol

Suwawa Selatan, 21 Juli 2026 – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad, menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik dan Partisipasi Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Molitogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu meningkatkan literasi politik masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya pengawasan partisipatif.

Dalam kesempatan itu, Alti Mohamad menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya berorientasi pada penanganan pelanggaran setelah suatu peristiwa terjadi. Bawaslu, menurutnya, lebih mengedepankan langkah-langkah pencegahan agar berbagai potensi pelanggaran dapat dikenali, diminimalkan, dan diantisipasi sejak dini. Pendekatan pencegahan dinilai lebih efektif dalam menjaga kualitas proses demokrasi dibandingkan hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum.

Ia menjelaskan bahwa strategi pencegahan dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti sosialisasi kepada masyarakat, pendidikan politik, pemetaan potensi kerawanan di setiap tahapan pemilu, koordinasi dengan pemangku kepentingan, serta penyampaian imbauan kepada peserta pemilu dan masyarakat. Langkah tersebut bertujuan membangun kesadaran bersama agar seluruh pihak memahami hak, kewajiban, dan aturan yang berlaku dalam penyelenggaraan pemilu.

Menurut Alti Mohamad, setiap tahapan pemilu memiliki karakteristik dan tingkat kerawanan yang berbeda. Oleh karena itu, pengawasan harus dilaksanakan secara aktif, berkelanjutan, dan disesuaikan dengan dinamika yang berkembang. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pengawasan sehingga potensi pelanggaran dapat dideteksi lebih awal.

alti
Sesi tanya jawab dalam pelaksanaan Sosialisasi

Alti juga menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemilih pada hari pemungutan suara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawasi seluruh tahapan pemilu. Partisipasi publik yang kuat akan memperluas jangkauan pengawasan sekaligus memperkuat upaya pencegahan yang dilakukan Bawaslu.

Lebih lanjut, ia mengajak para pemilih pemula untuk berani mengambil peran sebagai agen pengawasan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis karena mampu menjadi penyebar informasi yang benar, mengedukasi masyarakat, serta mendorong terciptanya budaya demokrasi yang sehat. Dengan pemahaman yang memadai, pemilih pemula diharapkan mampu berpartisipasi secara aktif dalam menjaga integritas pemilu.

Dalam materinya, Alti Mohamad juga mengingatkan peserta agar memahami berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak kualitas demokrasi. Beberapa di antaranya meliputi praktik politik uang, penyebaran informasi bohong atau disinformasi, intimidasi terhadap pemilih, penyalahgunaan kewenangan, serta berbagai tindakan lain yang dapat memengaruhi kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya. Ia menekankan bahwa setiap dugaan pelanggaran perlu segera disampaikan kepada jajaran Bawaslu agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Bone Bolango berharap kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda, terus meningkat. Dengan pemahaman yang baik mengenai pengawasan partisipatif dan pencegahan pelanggaran, masyarakat diharapkan mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menjaga integritas setiap tahapan pemilu serta mewujudkan demokrasi yang berkualitas, transparan, dan berkeadilan.

Penulis & Editor: (HA/RN)