Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Bolango Perluas Pengawasan Partisipatif melalui Kerja Sama dengan Majelis Ta’lim

yulianti laliyo

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo, S.Pd,.M.Pd lakukan perjanjian kerja sama dalam Pengawasan Partisipatif dengan Majelis Ta'lim 

Bone Bolango – 31 Agustus 2026 - badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango - Pengawasan pemilu membutuhkan keterlibatan masyarakat. Bawaslu Kabupaten Bone Bolango terus membangun kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi proses demokrasi melalui pengawasan partisipatif. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan pelanggaran sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga integritas setiap tahapan pemilu.

Pengawasan partisipatif tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi. Bawaslu mendorong terbentuknya kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat yang memiliki kedekatan langsung dengan warga. Kelompok keagamaan, komunitas, organisasi kemasyarakatan, pemuda, perempuan, hingga masyarakat desa memiliki ruang untuk berkontribusi dalam memberikan informasi awal, mencegah potensi pelanggaran, dan meningkatkan pemahaman kepemiluan.

Komitmen tersebut diwujudkan Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Yulianti Laliyo, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pengawasan Partisipatif bersama Majelis Ta’lim Asmaul Husna Desa Ayula Timur, Kecamatan Bulango Selatan, serta Majelis Ta’lim Al-Husna Desa Toluwaya, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango.

Penandatanganan MoU menjadi langkah konkret untuk memperluas jejaring pengawasan partisipatif hingga ke tingkat masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, Bawaslu Bone Bolango mendorong kedua majelis ta’lim untuk turut berperan dalam menyampaikan edukasi kepemiluan dan membangun kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.

YULIANTI

Yulianti Laliyo menyampaikan bahwa masyarakat memiliki posisi penting dalam pengawasan pemilu karena berada dekat dengan berbagai aktivitas sosial di lingkungannya. Menurutnya, kolaborasi dengan majelis ta’lim dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat pendidikan kepemiluan sekaligus mendorong masyarakat mengenali dan mencegah potensi pelanggaran.

“Pengawasan pemilu tidak dapat hanya mengandalkan jajaran pengawas. Masyarakat memiliki peran penting untuk ikut menjaga proses demokrasi. Melalui kerja sama ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami apa yang harus dilakukan ketika menemukan dugaan pelanggaran,” ujar Yulianti.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pencegahan terhadap sejumlah persoalan yang dapat mengganggu kualitas pemilu, seperti politik uang, penyebaran informasi yang tidak benar, serta praktik lain yang berpotensi memengaruhi pilihan masyarakat. Bawaslu mendorong agar informasi awal dari masyarakat dapat disampaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan.

Bawaslu Kabupaten Bone Bolango akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Penguatan jejaring ini diharapkan membentuk masyarakat yang tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga aktif menjaga proses demokrasi melalui pengawasan partisipatif dari lingkungan masing-masing.

penulis & editor.<hms.bb>