Lompat ke isi utama

Berita

Alti Mohamad: Kesadaran Hukum Masyarakat Menjadi Kunci Mencegah Pelanggaran Pemilu

Alti Mohamad

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH saat sampaikan sosialisasi di hadapan masyarakat di desa Boludawa

Bone Bolango – 13 Juli 2026 - Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad, menegaskan pentingnya pemahaman hukum, pencegahan pelanggaran, dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

Hal tersebut disampaikan Alti Mohamad saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik dan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Demokrasi di Masa Non Tahapan yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bone Bolango di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

Dalam kegiatan yang melibatkan unsur aparat desa dan pemilih pemula tersebut, Alti menjelaskan bahwa pengawasan Pemilu tidak hanya berorientasi pada penanganan pelanggaran, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui pendidikan politik dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat.

Menurut Alti, masyarakat memiliki posisi penting dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas. Partisipasi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemberian hak suara pada saat Pemilu, tetapi juga melalui pemahaman terhadap aturan, kepedulian terhadap proses demokrasi, serta keberanian untuk ikut mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu.

alti
Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH

“Pencegahan menjadi bagian penting dalam tugas pengawasan Bawaslu. Semakin masyarakat memahami aturan dan memiliki kesadaran hukum, maka potensi terjadinya pelanggaran dalam proses demokrasi dapat diminimalisir,” ujar Alti.

Ia menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki mandat untuk melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap berbagai potensi pelanggaran Pemilu. Karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu strategi penting agar demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga memiliki kualitas dari sisi partisipasi publik.

Alti juga memberikan perhatian terhadap peran pemilih pemula sebagai kelompok strategis dalam perjalanan demokrasi. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pemahaman politik yang baik agar mampu menentukan pilihan secara rasional, kritis, dan bertanggung jawab.

“Pemilih pemula harus memahami bahwa politik bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang bagaimana ikut menjaga proses demokrasi agar berjalan sesuai dengan prinsip kejujuran dan keadilan,” jelasnya.

Penulis & Editor: HA/RN