Alti Mohamad: Konsolidasi Demokrasi Bawaslu Bone Bolango Utamakan Perspektif Warga
|
Bone Bolango, Rabu 21 Januari 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango- Kordiv Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas, Alti Mohamad, menekankan bahwa konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan Bawaslu diruang publik merupakan bagian untuk mendengarkan suara masyarakat, bukan sekadar menyampaikan pandangan kelembagaan. Penegasan tersebut disampaikannya dalam Rapat Pleno Terbuka Bawaslu Bone Bolango sebagai tindak lanjut Instruksi Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026.
Menurut Alti, konsolidasi demokrasi menjadi sarana penting bagi Bawaslu untuk menangkap langsung dinamika demokrasi yang berkembang di tengah masyarakat. Melalui pendekatan dialogis, Bawaslu dapat memahami persoalan kepemiluan dari sudut pandang warga.
“Konsolidasi demokrasi ini bukan forum Bawaslu berbicara kepada masyarakat, tetapi forum Bawaslu mendengarkan masyarakat. Dari sanalah kita bisa mengetahui persoalan demokrasi yang benar-benar terjadi,” ujar Alti.
Ketua dan Anggota Bawaslu Bone Bolango dan Jajaran Sekretariat
Ia menegaskan bahwa masukan masyarakat memiliki nilai strategis dalam penguatan pengawasan pemilu. Aspirasi, pengalaman, dan keluhan warga menjadi sumber informasi penting dalam memetakan potensi pelanggaran dan kerawanan kepemiluan.
Alti menilai, pendekatan mendengar secara langsung akan membantu Bawaslu memahami persoalan-persoalan seperti praktik politik uang, penyebaran disinformasi dan hoaks, serta isu netralitas penyelenggara dan aparat negara dari perspektif masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.
Iapun berharap konsolidasi demokrasi dapat menghasilkan rekomendasi konkret sebagai dasar penguatan strategi pencegahan dan pengawasan pemilu di Kabupaten Bone Bolango.
Penulis: RN
Editor & Photo: HA