Alti Mohamad Perkuat Konsolidasi Demokrasi Lewat Dialog Informal bersama Mahasiswa UNG
|
Bone Bolango - 09 Juli 2026 - Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad, terus menggencarkan konsolidasi demokrasi melalui penguatan literasi kepemiluan di kalangan mahasiswa. Upaya tersebut dilakukan melalui diskusi ringan bersama mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Kampus 4 Bone Bolango, dengan mengangkat isu sengketa pemilu serta berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi terjadi dalam penyelenggaraan pemilihan.( 9/7/2026)
Kegiatan yang berlangsung di sela waktu istirahat mahasiswa tersebut menjadi ruang dialog informal, tetapi substantif, antara penyelenggara pengawasan pemilu dan generasi muda. Alti Mohamad memanfaatkan momentum tersebut untuk menjelaskan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap mekanisme pengawasan, penanganan pelanggaran, serta penyelesaian sengketa dalam proses pemilu.
Menurut Alti, demokrasi tidak hanya bertumpu pada tahapan pemungutan suara, tetapi juga pada kesadaran publik untuk menjaga integritas proses elektoral. Karena itu, mahasiswa sebagai kelompok terdidik memiliki posisi strategis dalam mengawal kualitas demokrasi, baik melalui partisipasi politik yang rasional maupun kepedulian terhadap praktik-praktik yang dapat mencederai pemilu.
Isu sengketa dan pelanggaran pemilu menjadi perhatian penting dalam diskusi tersebut. Mahasiswa diajak memahami bahwa pelanggaran pemilu dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari pelanggaran administrasi, pelanggaran etik, dugaan tindak pidana pemilu, hingga praktik politik uang dan penyalahgunaan kewenangan. Pemahaman terhadap isu ini dinilai penting agar masyarakat, khususnya mahasiswa, tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pengawasan partisipatif.
Dalam diskusi santai tersebut, turut hadir Dr. Erman I. Rahim, S.Pd., S.H., M.H., dosen pengajar sekaligus Ketua Bagian Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo.
Keterlibatan kampus dalam pendidikan demokrasi menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kesadaran politik yang kritis. isu kepemiluan dapat dibahas secara lebih dekat dengan mahasiswa, sehingga tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis, tetapi berkembang menjadi kesadaran etis untuk menjaga pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis & Editor: RN/HA