Lompat ke isi utama

Berita

Alti Mohamad: Trainer of Trainer (ToT) P2P Fasilitator Jadi Fondasi Lahirnya Pengawas Partisipatif yang Militan

Alti Mohamad

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH,.C.Med Ikuti Bimtek Trainer of Trainer (ToT) Fasilitator P2P

Bone Bolango — 13 Mei 2026 - Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad, menegaskan bahwa kegiatan Trainer of Trainer (ToT) Fasilitator Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 bukan sekadar agenda teknis kelembagaan, melainkan tahapan penting untuk memperkuat kualitas kader pengawas partisipatif yang mampu bergerak langsung di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Alti Mohamad saat mengikuti kegiatan ToT yang dilaksanakan Bawaslu Provinsi Gorontalo pada 13 Mei 2026. Kegiatan ini mempertemukan fasilitator dan jajaran Bawaslu kabupaten/kota guna menyamakan pola pembelajaran, metode penyampaian materi, hingga penguatan substansi Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026.

Menurut Alti, fokus utama dalam ToT kali ini adalah memastikan seluruh fasilitator memiliki pemahaman yang sama terkait arah besar P2P, yakni membangun masyarakat yang sadar pengawasan dan aktif menjaga demokrasi.

“Substansi P2P harus benar-benar dipahami oleh fasilitator. Karena yang ingin dibangun bukan hanya peserta yang memahami teori kepemiluan, tetapi peserta yang mampu menjadi penggerak pengawasan partisipatif di lingkungan masyarakat,” tegas Alti Mohamad.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya penguatan materi yang relevan dengan tantangan pengawasan pemilu saat ini. Materi P2P diarahkan tidak hanya membahas regulasi dan teknis pengawasan, tetapi juga memperkuat nilai partisipasi publik, kepedulian demokrasi, kemampuan identifikasi pelanggaran, hingga keberanian masyarakat dalam menyampaikan informasi dugaan pelanggaran pemilu.

Alti menilai, penyamaan persepsi dalam ToT sangat penting agar pelaksanaan P2P di seluruh kabupaten/kota berjalan dengan kualitas yang sama dan mampu memberikan pengalaman belajar yang efektif bagi peserta.

alti
Paparan Materi TOT oleh Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo

“Jangan sampai P2P hanya menjadi kegiatan seremonial. Karena itu ToT ini penting untuk memastikan metode pembelajaran, pendekatan fasilitator, dan substansi materi benar-benar mampu membangun kesadaran kritis peserta,” ujarnya.

Sebagai pimpinan Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Pencegahan, Parmas dan Humas), Alti Mohamad juga mengawal langsung pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu Bone Bolango. Menurutnya, keberhasilan pengawasan pemilu ke depan sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.

Ia menegaskan, pengawasan partisipatif merupakan kekuatan utama dalam menjaga integritas demokrasi. Karena itu, P2P harus mampu melahirkan masyarakat yang tidak apatis terhadap proses demokrasi dan berani mengambil peran dalam pengawasan.

“Pengawasan pemilu tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu. Demokrasi membutuhkan masyarakat yang sadar, peduli, dan berani ikut mengawasi,” tambahnya.

Saat ini, pelaksanaan P2P Bawaslu Bone Bolango mendapat antusiasme positif dari masyarakat. Sebanyak 30 peserta telah tergabung dalam program tersebut. Sebelumnya, Kick Off P2P telah dilaksanakan pada 12 Mei 2026 dan dibuka langsung oleh Bawaslu RI sebagai bagian dari pelaksanaan nasional Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026.

Peserta saat ini tengah menjalani tahapan pembelajaran mandiri melalui materi yang telah dibagikan fasilitator. Selanjutnya, kegiatan tatap muka P2P Bawaslu Bone Bolango direncanakan berlangsung pada 19 Mei 2026 dengan menghadirkan Ketua Bawaslu Bone Bolango Sofyan Djama, Anggota Bawaslu Alti Mohamad, dan Yulianti Laliyo sebagai narasumber.

Bawaslu Bone Bolango optimistis Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang belajar demokrasi, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi pengawas partisipatif yang aktif menjaga kualitas pemilu dan demokrasi di Kabupaten Bone Bolango.

Penulis & Editor: HA