Lompat ke isi utama

Berita

Amirudin Lihawa Genjot Rekrutmen P2P, Bawaslu Bone Bolango Perluas Pengawas Partisipatif

Amirudin Lihawa

Kasubag Pengawasan Hubal dan Humas, Bawaslu Bone Bolango, Amirudin Lihawa, S.KOM bersama staf Divisi, M.Alfi Rohman saat lakukan sosialiasi P2P kepada Siswa SMK Negeri 1 Bonepantai

Bone Bolango, 27 April April 2026 — Bawaslu Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat gerakan pengawasan berbasis masyarakat melalui rekrutmen Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Upaya ini secara aktif dipromosikan oleh Kasubag Pengawasan, Amirudin Lihawa, sebagai bagian dari strategi memperluas keterlibatan publik dalam menjaga kualitas demokrasi.

Amirudin menegaskan bahwa P2P bukan sekadar program pelatihan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kader pengawas yang sadar, kritis, dan berintegritas.

“Pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan lembaga. Harus ada partisipasi masyarakat yang terdidik dan terorganisir, dan P2P adalah pintu masuknya,” ujarnya.

Alfi
Staf Divisi HP2H, Muh. Alfi Rohman saat paparkan P2P

Melalui sosialisasi yang masif, Bawaslu Bone Bolango membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya pemilih pemula dan pemilih muda, untuk terlibat langsung dalam pengawasan pemilu. Program ini juga menyasar alumni SKPP/P2P yang masih aktif, serta individu yang memiliki keterlibatan dalam komunitas atau kegiatan pengawasan partisipatif.

Dalam materi promosi yang disampaikan, ditegaskan bahwa peserta P2P harus memenuhi kriteria tertentu, di antaranya bukan berasal dari unsur yang dilarang seperti penyelenggara pemilu aktif, anggota TNI/Polri, maupun pengurus partai politik. Selain itu, Bawaslu juga mendorong keterwakilan inklusif, termasuk minimal 30 persen perempuan serta keterlibatan kelompok rentan dan disabilitas.

Amirudin juga menekankan bahwa rekrutmen ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda.

“Kami ingin memastikan bahwa pemilih muda tidak hanya hadir saat mencoblos, tetapi juga memahami dan ikut mengawal prosesnya,” tegasnya.

Diketahui, pendaftaran program P2P telah dibuka sejak 20 hingga 27 April 2026, dengan harapan mampu menjaring peserta yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi.

Penulis & Editor: HA