Lompat ke isi utama

Berita

Arkan Karim Pimpin Saka Adhyasta Pemilu, Pastikan Pembinaan Tak Berhenti pada Seremoni

arkan karim

Ketua Pim Saka Adhyasta, Arkan Karim, S.Pd saat melantik Satuan Karya Adhyasta Pemilu Kabupaten Bone Bolango

BONE BOLANGO — 16 Juli 2026 - Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Arkan Karim, resmi dilantik sebagai Pimpinan Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilu Bawaslu Kabupaten Bone Bolango.

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Saka Adhyasta Pemilu sekaligus Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, setelah sebelumnya seluruh unsur Majelis Pembimbing Saka dilantik oleh Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bone Bolango, H. Lukman A. Daud, S.Pd., S.Sos., M.Adm.Pemb.

Sebagai Pimpinan Saka, Arkan Karim memiliki peran strategis dalam memastikan Saka Adhyasta Pemilu tidak hanya terbentuk secara struktural, tetapi mampu menjalankan program pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi generasi muda.

Jabatan Arkan sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu Bone Bolango menjadi modal penting dalam memperkuat pengelolaan organisasi, koordinasi program, dukungan administrasi, serta hubungan kerja antara Bawaslu, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, sekolah, pembina, pamong, instruktur, dan anggota Dewan Saka.

arkan karim
Saka Adhyasta Pemilu

Ke depan, Saka Adhyasta Pemilu akan diarahkan menjadi ruang pendidikan demokrasi yang tidak hanya aktif ketika tahapan pemilu berlangsung. Pembinaan harus berjalan secara konsisten agar anggota Saka memiliki pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan kesadaran dalam mendukung pengawasan partisipatif.

Arkan menekankan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari pembentukan organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menyusun dan menjalankan agenda pembinaan yang jelas.

“Struktur yang telah dilantik harus segera diterjemahkan ke dalam program kerja. Saka Adhyasta Pemilu tidak boleh berhenti sebagai organisasi seremonial, tetapi harus menghadirkan kegiatan yang membentuk pengetahuan, karakter, dan kepedulian generasi muda terhadap demokrasi,” ujar Arkan.

Menurutnya, efektivitas Saka Adhyasta Pemilu sangat ditentukan oleh konsistensi pengelolaan organisasi. Setiap unsur kepengurusan perlu memahami tugas, fungsi, dan batas kewenangannya agar program dapat berjalan secara tertib dan tidak tumpang tindih.

Sebagai Pimpinan Saka, Arkan akan mendorong penyusunan program pembinaan yang menghubungkan nilai-nilai kepramukaan dengan fungsi pengawasan pemilu. Nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, keberanian, dan pengabdian kepada masyarakat dinilai sejalan dengan semangat pengawasan partisipatif.

Program Saka Adhyasta Pemilu dapat diarahkan pada pendidikan dasar kepemiluan, pengenalan fungsi Bawaslu, literasi hukum, pencegahan politik uang, pemeriksaan informasi dan hoaks, pengenalan pelanggaran pemilu, serta mekanisme penyampaian informasi melalui saluran resmi.

Selain materi di dalam ruangan, kegiatan pembinaan juga perlu dikembangkan secara praktis. Anggota Saka dapat dilibatkan dalam simulasi pengawasan, diskusi kasus, produksi konten edukasi, kunjungan kelembagaan, kegiatan sosial, dan kampanye demokrasi yang netral serta ramah bagi pemilih pemula.

Namun, seluruh kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan perencanaan dan pengawasan yang baik. Materi yang disampaikan harus akurat, tidak memihak, tidak menghakimi pihak tertentu, serta tetap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip kelembagaan Bawaslu.

Arkan juga akan memperkuat koordinasi antara Pimpinan Saka, unsur Krida, Dewan Saka, pembina, pamong, dan instruktur. Koordinasi diperlukan agar setiap kegiatan memiliki tujuan, pembagian tugas, jadwal pelaksanaan, dokumentasi, dan evaluasi yang jelas.

arkan karim

Dewan Saka yang terdiri atas pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Bone Bolango akan ditempatkan sebagai penggerak utama kegiatan. Para pelajar tidak hanya menjadi peserta, tetapi didorong untuk berperan aktif dalam merancang kegiatan, menyampaikan gagasan, dan memperluas pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Meski demikian, anggota Saka tetap harus memahami batas perannya. Mereka bukan pengawas pemilu yang memiliki kewenangan melakukan penanganan perkara, melainkan kader pengawasan partisipatif yang membantu menyebarluaskan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya demokrasi yang jujur dan adil.

Karena itu, setiap anggota perlu dibekali kecakapan berkomunikasi, kemampuan memilah informasi, kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, serta pemahaman mengenai saluran resmi yang dapat digunakan ketika memperoleh informasi tentang dugaan pelanggaran.

Arkan juga menilai bahwa kesinambungan program menjadi tantangan utama yang harus dijawab. Saka Adhyasta Pemilu tidak boleh hanya aktif menjelang pemilu atau setelah kegiatan pelantikan, kemudian kehilangan arah ketika memasuki masa non-tahapan.

Pembinaan harus dirancang sebagai proses jangka panjang. Regenerasi anggota, peningkatan kapasitas, kerja sama dengan sekolah, serta evaluasi program perlu dilakukan secara berkala agar Saka tetap aktif dan relevan.

Sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu Bone Bolango, Arkan akan mengoptimalkan dukungan kesekretariatan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Dukungan tersebut penting untuk memastikan proses koordinasi, administrasi, dokumentasi, dan pelaksanaan kegiatan berjalan secara tertib dan akuntabel.

Keberhasilan Saka Adhyasta Pemilu nantinya tidak hanya diukur dari jumlah anggota atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Ukuran yang lebih penting adalah meningkatnya pemahaman generasi muda, terbentuknya sikap kritis, serta tumbuhnya keberanian untuk menolak politik uang, hoaks, provokasi, dan praktik lain yang dapat merusak demokrasi.

Dengan kepemimpinan Arkan Karim, Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Bone Bolango diharapkan memiliki arah kerja yang lebih terorganisasi, produktif, dan berkelanjutan.

Pelantikan ini menjadi awal bagi Saka Adhyasta Pemilu untuk bergerak dari struktur menuju kerja nyata, dari seremoni menuju pembinaan, serta dari sekadar organisasi menuju kekuatan generasi muda dalam mendukung pengawasan pemilu yang partisipatif di Kabupaten Bone Bolango.

Penulis & Editor: HA