Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Bolango Dorong Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Konsolidasi Demokrasi di Bube Baru

alti mohamad

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH dan Yulianto Laliyo, S.Pd,.M.Pd saat lakukan Konsolidasi Demokrasi di Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa

Bone Bolango – Rabu, 15 April 2026. Bawaslu Kabupaten Bone Bolango kembali melaksanakan konsolidasi demokrasi bersama Pemerintah Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa setelah sebelumnya kegiatan yang sama dilaksanakan di Desa Helumo Kecamatan Suwawa yang dipimpin oleh Anggota Bawaslu, Alti Mohamad dan Yulianti Laliyo, dengan melibatkan aparatur desa dalam diskusi terbuka terkait penguatan pengawasan menjelang pemilu.

Selain menekankan pentingnya netralitas aparatur desa, forum ini juga membahas berbagai isu yang berkembang di tingkat desa terkait tahapan pemilu. Aparatur desa menyampaikan sejumlah dinamika yang kerap muncul, termasuk potensi keterlibatan pihak tertentu dalam memengaruhi pilihan masyarakat.

Alti Mohamad menegaskan bahwa pemerintah desa perlu memahami secara utuh tahapan pemilu agar tidak terjebak dalam praktik yang melanggar aturan. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam setiap proses demokrasi.

“Money politik masih menjadi isu yang harus diantisipasi bersama. Aparatur desa harus berani menolak dan tidak terlibat dalam praktik tersebut,” tegas Alti. Iapun menambahkan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah desa.

Dalam diskusi tersebut, Bawaslu juga membuka ruang dialog terkait langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di tingkat desa. Edukasi kepada masyarakat, penguatan peran tokoh lokal, serta pelaporan dini menjadi poin penting yang dibahas bersama.

sofyan
Diskusi Konsolidasi Demokrasi oleh Bawaslu Bone Bolango dan Aparat Desa Bube Baru

Sementara itu, Yulianti Laliyo menilai bahwa konsolidasi ini menjadi sarana efektif untuk menyamakan persepsi antara Bawaslu dan pemerintah desa. Ia menekankan bahwa pemahaman yang baik terhadap regulasi dan tahapan pemilu akan meminimalkan potensi pelanggaran.

“Pemerintah desa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi. Pemahaman terhadap aturan dan komitmen menolak politik uang menjadi kunci utama,” ujar Yulianti.

Saat diwawancarai oleh Humas Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Yulianti Laliyo menyampaikan bahwa pelaksanaan konsolidasi di Desa Bube Baru berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari pemerintah desa. Ia menilai keterlibatan aktif peserta dalam diskusi menunjukkan adanya kesadaran yang semakin kuat terhadap pentingnya pengawasan partisipatif.

“Kami melihat antusiasme yang baik dari aparatur desa. Ini menjadi indikator bahwa upaya pencegahan yang dilakukan mulai dipahami secara serius,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar pemahaman aparatur desa semakin kuat, terutama dalam menghadapi tahapan pemilu yang lebih kompleks.

“Kami berharap pemerintah desa tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai netralitas dan menolak praktik politik uang dalam setiap situasi,” tambah Yulianti.

Bawaslu memastikan bahwa pendekatan pencegahan akan terus diperkuat pada masa non tahapan. Melalui konsolidasi ini, diharapkan pemerintah desa mampu mengambil peran aktif dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis & Editor: HA