Bawaslu Bone Bolango Dukung Pencanangan Kampung Pengawasan Partisipatif, Perkuat Peran Masyarakat dalam Mengawal Demokrasi
|
Bone Bolango, 2 Juli 2026 – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, mendampingi Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, yakni Idris Usuli, Jhon Hendri Purba, Lismawy Ibrahim, Vadzry Arsyad, dan Wahyudin Akili, pada kegiatan Fasilitasi Pemahaman Kepemiluan kepada Penyandang Disabilitas dan Pencanangan Kampung Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan di Desa Masiaga, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperluas partisipasi masyarakat pada penyelenggaraan demokrasi yang berintegritas. Selain memberikan pemahaman kepemiluan kepada kelompok penyandang disabilitas, kegiatan juga menjadi momentum pencanangan Kampung Pengawasan Partisipatif sebagai wadah kolaborasi antara masyarakat, penyelenggara pemilu, dan para pemangku kepentingan dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran pemilu.
Kepada Humas Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama menjelaskan bahwa kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli. Dalam sambutannya, Idris menegaskan bahwa gagasan Kampung Pengawasan Partisipatif merupakan penguatan terhadap gerakan pengawasan yang telah lebih dahulu dibangun di Kabupaten Bone Bolango.
Menurut Idris, Bawaslu Kabupaten Bone Bolango sebelumnya telah menginisiasi program Kampung Anti Politik Uang pada pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting bagi Bawaslu Provinsi Gorontalo untuk mengembangkan model pengawasan partisipatif yang lebih luas dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
"Pencanangan Kampung Pengawasan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mencegah terjadinya pelanggaran, khususnya politik uang. Kami berharap komitmen yang dibangun hari ini tidak berhenti pada saat pencanangan, tetapi terus dijaga dan diperkuat bersama masyarakat, Bawaslu, dan KPU dalam setiap pelaksanaan pemilu maupun pemilihan," ujar Idris Usuli.
Sofyan Djama menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Bawaslu Provinsi Gorontalo yang memilih Kabupaten Bone Bolango sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen dan konsistensi Bawaslu Bone Bolango dalam membangun budaya pengawasan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
"Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini di Kabupaten Bone Bolango. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif hingga ke tingkat desa. Kehadiran seluruh unsur masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, menunjukkan bahwa pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama yang harus dibangun secara inklusif," ungkap Sofyan.
Ia menambahkan, Bawaslu Bone Bolango berkomitmen untuk mendukung penuh gagasan yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo melalui penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan literasi kepemiluan, serta pembentukan jejaring pengawasan yang aktif dan berkelanjutan di tingkat desa.
Menurut Sofyan, keberadaan Kampung Pengawasan Partisipatif diharapkan tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi juga mampu melahirkan masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga integritas proses demokrasi. Dengan demikian, berbagai potensi pelanggaran, termasuk praktik politik uang, penyebaran informasi yang menyesatkan, maupun bentuk pelanggaran lainnya, dapat dicegah sejak dini melalui keterlibatan aktif masyarakat.
Melalui sinergi antara Bawaslu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, penyandang disabilitas, serta seluruh pemangku kepentingan, Bawaslu Bone Bolango optimistis gerakan pengawasan partisipatif akan semakin kuat dan menjadi budaya demokrasi yang berkelanjutan dalam setiap tahapan pemilu maupun pemilihan di Kabupaten Bone Bolango.
Penulis & Editor: HA