Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Bolango Hadiri Penyusunan RKA-K/L 2026 di Jakarta, Fokus Bahas Sarpras dan Kesiapan Pemilu 2029

sofyan

Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, bersama Kasubag Administrasi, Ratno S. Daenunu dan staf sekretaiat Santi Hadjarati saat menghadiri kegiatan Penyusunan dan Penajaman RKA-K/L Bawaslu di Jakarta

Jakarta – 06 Oktober 2025 - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango - Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, bersama Kasubag Administrasi, Ratno S. Daenunu dan staf sekretaiat Santi Hadjarati menghadiri kegiatan Penyusunan dan Penajaman RKA-K/L Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota Berdasarkan Pagu Alokasi Anggaran Tahun Anggaran 2026, yang diselenggarakan Bawaslu RI di Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat yang akan berlangsung 5–11 Oktober 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Deputi Administrasi Bawaslu RI, Ferdinand Escort Sirait, serta dihadiri oleh Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Keuangan dan BMN, Inspektur Utama, serta Inspektur Wilayah I, II, dan III.

Dalam sambutannya, Ferdinand menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan fasilitas Bawaslu dalam menyambut Pemilu 2029. Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk mengevaluasi keberadaan ruang sidang yang representatif di setiap kantor Bawaslu sebagai salah satu komponen penting dalam mendukung kerja-kerja pengawasan pemilu.

“Dalam pemilihan sarana dan prasarana kantor, utamakan kualitas, bukan hanya harga. Jangan sekadar berpikir ekonomis tanpa memperhitungkan biaya penyusutan dan umur pakai barang,” tegas Ferdinand.

Ia juga menyoroti pentingnya kenyamanan dan kesehatan staf, terutama terkait fasilitas seperti meja dan kursi kerja, agar menunjang produktivitas pegawai di lingkungan sekretariat Bawaslu. Untuk itu, para Kepala Sekretariat diminta menghitung komposisi jumlah pegawai dengan fasilitas yang tersedia serta memastikan keberadaan ruang rapat yang memadai.

Apabila kantor yang saat ini digunakan tidak memenuhi standar kelayakan, maka disarankan untuk mengajukan anggaran pengadaan kantor baru dalam RKA 2026.

Lebih lanjut, Ferdinand juga menyinggung soal alokasi anggaran pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang cukup besar pada tahun 2026. Ia meminta Kepala Sekretariat memastikan peserta Diklat adalah pegawai yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya, agar anggaran yang ada dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran dan merata.

kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu RI dalam memastikan setiap unit kerja di tingkat pusat hingga daerah memiliki perencanaan anggaran yang matang, efektif, dan mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu secara optimal.

hingga berita ini disusun sampai dengan pukul 09.17 wita, Kegiatan masih terus berlangsung dengan penyampaian-penyampaian teknis oleh Bawaslu RI. <humas/b3>

Penyusun dan Editor: Hedi Amrullah

Photo: Santi Hadjarati