Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Bolango Lanjutkan Pendidikan Politik di Kabila, Pemilih Pemula Di Dorong Tolak Politik Uang dan Hoaks

Alti Mohamad

Ketua dan Anggota Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd, Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH dan Yulianti Laliyo, S.Pd,.M.Pd  saat melakukan Sosialisasi di Desa Poowo Barat

Kabila - 16 Juli 2026 - Bawaslu Kabupaten Bone Bolango kembali melanjutkan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik dan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Demokrasi di Masa Non-Tahapan. Kali ini, kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026, di Desa Poowo Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Pelaksanaan sosialisasi di Kecamatan Kabila menjadi rangkaian lanjutan kegiatan pendidikan politik yang sebelumnya digelar di Kecamatan Suwawa pada Senin, 13 Juli 2026, Kecamatan Botupingge pada Selasa, 14 Juli 2026, serta Kecamatan Bulango Timur pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bone Bolango tersebut secara khusus menyasar pemilih pemula. Kelompok ini dinilai memiliki posisi strategis karena akan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas penyelenggaraan demokrasi pada masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bone Bolango menghadirkan jajaran pimpinan sebagai narasumber, yakni Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, serta Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad dan Yulianti Laliyo.

Para narasumber memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai pemilih, pentingnya menggunakan hak pilih secara bebas dan bertanggung jawab, serta peran generasi muda dalam menjaga proses demokrasi agar berlangsung jujur, adil, dan berintegritas.

Bawaslu menegaskan bahwa pemilih pemula tidak boleh hanya diposisikan sebagai objek politik yang sekadar datang ke tempat pemungutan suara. Mereka harus dibekali pengetahuan agar mampu menjadi pemilih yang kritis, mandiri, dan berani menolak praktik-praktik yang mencederai demokrasi.

Peserta juga diberikan edukasi mengenai bahaya politik uang, penyebaran informasi bohong atau hoaks, politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan, serta berbagai bentuk tekanan dan intimidasi yang dapat memengaruhi kebebasan dalam menentukan pilihan politik.

Penulis & Editor: HA