Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Bolango Lanjutkan Pendidikan Politik Non-Tahapan di Kecamatan Suwawa, Dorong Peran Aktif Pemilih Pemula

sofyan djama

Ketua dan Anggota Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd,.Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH dan Yulianti Laliyo, S.Pd,.M.Pd saat menjadi pembicara pada Sosialisasi Pendidikan Politik di Desa Huluduotamo Kecamatan Suwawa

Suwawa, 20 Juli 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik dan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Demokrasi di Masa Non-Tahapan. Kegiatan kali ini berlangsung di Desa Huluduotamo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesadaran politik masyarakat, khususnya pemilih pemula, agar memiliki pemahaman yang baik mengenai proses demokrasi serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan pemilu yang demokratis.

Sebelumnya, program pendidikan politik ini telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bone Bolango, yakni Kecamatan Suwawa pada 13 Juli 2026, Kecamatan Botupingge pada 14 Juli 2026, Kecamatan Bulango Timur pada 15 Juli 2026, Kecamatan Kabila pada 16 Juli 2026, serta Kecamatan Tilongkabila pada 18 Juli 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bone Bolango ini menghadirkan peserta dari kalangan pemilih pemula sebagai kelompok penting dalam pembangunan demokrasi. Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis karena akan menjadi bagian dari perjalanan demokrasi di masa yang akan datang.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bone Bolango menghadirkan jajaran pimpinan sebagai narasumber, yaitu Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango Sofyan Djama, serta Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango Alti Mohamad dan Yulianti Laliyo.

sofyan
Pelaksanaan Sosialisasi Pendidikan Politik di Desa Huluduotamo

Para narasumber menyampaikan materi mengenai kelembagaan pengawasan pemilu, pentingnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi, serta peran generasi muda dalam menciptakan pemilu yang berintegritas. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, termasuk pentingnya menggunakan hak pilih secara rasional, bebas, dan bertanggung jawab.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango Sofyan Djama menekankan bahwa demokrasi tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari pengawasan partisipatif.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango Alti Mohamad memberikan pemahaman terkait pentingnya pencegahan terhadap berbagai pelanggaran demokrasi, termasuk praktik politik uang, penyebaran informasi palsu atau hoaks, serta berbagai tindakan yang dapat mencederai proses demokrasi.

Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango Yulianti Laliyo turut menjelaskan mengenai pentingnya masyarakat memahami mekanisme penanganan pelanggaran serta menjaga keberanian untuk melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam proses demokrasi.

Bawaslu Kabupaten Bone Bolango berharap pemilih pemula tidak hanya menjadi pemilih yang menggunakan hak politiknya, tetapi juga menjadi generasi yang kritis, aktif, dan mampu menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing.

Penulis & Editor: HA