Bawaslu Bone Bolango Matangkan Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026, Siapkan Peserta Jadi Penggerak Pengawasan di Masyarakat
|
Bone Bolango — 13 Mei 2026 - Bawaslu Kabupaten Bone Bolango mengikuti kegiatan Trainer of Trainer (ToT) Fasilitator Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang dilaksanakan Bawaslu Provinsi Gorontalo pada 13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan teknis pelaksanaan program P2P di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo agar berjalan efektif, terarah, dan memberikan pengalaman pembelajaran yang berkesan bagi peserta.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya penguatan substansi materi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026. P2P tidak hanya diarahkan untuk membangun pemahaman teoritis mengenai pengawasan pemilu dan demokrasi, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan peserta yang memiliki keberanian, kesadaran, dan kemampuan untuk bergerak nyata dalam membangun budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, bersama anggota Alti Mohamad dan Yulianti Laliyo, turut mengikuti kegiatan tersebut bersama fasilitator P2P Bone Bolango. Kehadiran pimpinan Bawaslu Bone Bolango dalam ToT ini menjadi bentuk keseriusan lembaga dalam memastikan kualitas pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif di daerah berjalan optimal dan memiliki dampak nyata terhadap penguatan demokrasi masyarakat.
Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, menyampaikan bahwa kegiatan ToT menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan fasilitator dan narasumber sebelum pelaksanaan tatap muka P2P di Bone Bolango yang direncanakan berlangsung pada 19 Mei 2026.
“Melalui kegiatan ini, seluruh fasilitator dan narasumber mendapatkan penyamaan persepsi terkait metode pembelajaran, substansi materi, serta pendekatan yang akan digunakan kepada peserta. Kami ingin memastikan peserta P2P tidak hanya menerima materi, tetapi juga tumbuh menjadi agen pengawasan partisipatif di lingkungannya masing-masing,” ujar Sofyan.
Ia menambahkan bahwa pengawasan partisipatif merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Karena itu, Bawaslu terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi dan pengawasan pemilu.
Sementara itu, pelaksanaan P2P Bawaslu Bone Bolango mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah bergabung mencapai 30 orang. Sebelumnya, kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif telah dilaksanakan pada 12 Mei 2026 dan dibuka secara langsung oleh Bawaslu RI sebagai tanda dimulainya rangkaian pembelajaran P2P Tahun 2026 secara nasional.
Saat ini, peserta P2P Bone Bolango tengah mengikuti tahapan pembelajaran mandiri dengan mempelajari materi-materi yang telah dibagikan oleh fasilitator. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman awal peserta sebelum memasuki sesi pembelajaran tatap muka.
Bawaslu Bone Bolango berharap Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 mampu menjadi ruang pembentukan karakter pengawas partisipatif yang kritis, aktif, dan memiliki komitmen menjaga demokrasi. Melalui program ini, Bawaslu ingin menghadirkan generasi masyarakat yang tidak apatis terhadap proses demokrasi, melainkan ikut terlibat dalam mengawal pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dengan penguatan fasilitator melalui ToT serta kesiapan peserta yang terus meningkat, Bawaslu Bone Bolango optimistis pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 akan berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi penguatan demokrasi partisipatif di Kabupaten Bone Bolango.
Penulis: RN
Editor & Photo: HA