Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Bolango Perkuat Kapasitas Jajaran melalui Bawaslu Membelajarkan

sofyan djama

Kordiv SDM, Organisasi & Diklat Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd

Bone Bolango,– 11 Agustus 2026 - Bawaslu Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat kapasitas jajaran melalui program Bawaslu Membelajarkan Volume II Tahun 2026. Program ini menjadi ruang pembelajaran untuk memperdalam isu strategis kepemiluan serta meningkatkan kemampuan jajaran dalam memahami dinamika pengawasan pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, mengatakan penguatan kapasitas jajaran perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengawas tidak cukup hanya memahami regulasi, tetapi juga harus mampu membaca konteks dan dampak berbagai persoalan terhadap keadilan serta kualitas demokrasi. “Volume II Bawaslu Membelajarkan kami arahkan sebagai ruang pendalaman isu strategis kepemiluan, sehingga jajaran tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu membaca dampaknya terhadap keadilan dan kualitas demokrasi,” ujar Sofyan.

Sofyan menilai perkembangan isu kepemiluan membutuhkan jajaran pengawas yang mampu berpikir kritis dan responsif. Pemahaman terhadap regulasi perlu diikuti kemampuan menganalisis potensi persoalan serta menentukan langkah pencegahan dan pengawasan yang tepat.

“Jajaran pengawas harus mampu memahami persoalan secara utuh. Tidak hanya mengetahui apa yang diatur dalam regulasi, tetapi juga memahami konteks, potensi risiko, dan dampaknya terhadap proses demokrasi,” katanya.

Melalui Bawaslu Membelajarkan, Bawaslu Kabupaten Bone Bolango mendorong terbentuknya budaya belajar di lingkungan pengawas. Ruang pembelajaran tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga menjadi forum untuk bertukar pengalaman dan memperkuat perspektif dalam menghadapi dinamika kepemiluan.

Sofyan menambahkan, peningkatan kapasitas harus memberikan dampak nyata terhadap pelaksanaan tugas. “Kami ingin setiap ruang belajar menghasilkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam tugas. Peningkatan kapasitas jajaran harus bermuara pada pengawasan yang lebih berkualitas, pencegahan yang lebih efektif, dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi,” pungkasnya.

penulis & editor. ha.rn