Bawaslu Bone Bolango Perkuat Kolaborasi dengan Polres untuk Cegah Disinformasi Pemilu
|
Bone Bolango- Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango - Isu hoaks menjadi salah satu pembahasan penting dalam silaturahmi dan konsolidasi demokrasi Bawaslu Kabupaten Bone Bolango bersama Polres Bone Bolango, Kamis, 9 Juli 2026. Pertemuan tersebut menempatkan penyebaran informasi palsu sebagai salah satu tantangan serius yang dapat mengganggu kualitas demokrasi dan kepercayaan publik terhadap proses kepemiluan.
Jajaran pimpinan Bawaslu Bone Bolango yang hadir dalam pertemuan tersebut terdiri atas Ketua Bawaslu Bone Bolango Sofyan Djama serta anggota Bawaslu Bone Bolango Alti Mohamad dan Yulianti Laliyo. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kapolres Bone Bolango AKBP Supriantoro, S.H., S.I.K., bersama jajaran Polres Bone Bolango.
Dalam forum tersebut, konsolidasi terkait isu hoaks menjadi perhatian karena ruang digital semakin berpengaruh terhadap opini publik. Hoaks dalam konteks demokrasi tidak hanya berdampak pada kesalahpahaman informasi, tetapi juga dapat memicu polarisasi, merusak kepercayaan terhadap penyelenggara pemilu, serta mengganggu stabilitas sosial di masyarakat.
Bawaslu Bone Bolango memandang bahwa pencegahan hoaks membutuhkan kerja kolaboratif antara lembaga pengawas pemilu, aparat keamanan, dan masyarakat. Pengawasan terhadap informasi publik tidak dapat hanya dilakukan secara reaktif setelah isu berkembang, tetapi perlu dibangun melalui deteksi dini, edukasi publik, dan koordinasi antarlembaga.
Kehadiran Sofyan Djama bersama jajaran pimpinan Bawaslu Bone Bolango dalam konsolidasi tersebut menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa demokrasi tidak hanya dijaga di tempat pemungutan suara, tetapi juga di ruang informasi. Dalam era digital, kualitas demokrasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan publik membedakan informasi yang benar, menolak provokasi, dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Penulis & Editor: HA