Bawaslu Bone Bolango Serahkan Laporan Kinerja Triwulan I, Perkuat Pengawasan dan Edukasi Demokrasi
|
Bone Bolango – Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad dan Yulianti Laliyo, bersama jajaran Staf Sekretariat, menyampaikan laporan kinerja Triwulan I kepada Bawaslu Provinsi Gorontalo. Penyampaian ini menjadi bagian dari mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan pelaksanaan tugas pengawasan berjalan sesuai arah kebijakan Bawaslu RI.
Laporan yang disampaikan mencakup berbagai kegiatan strategis yang telah dilaksanakan selama periode Januari hingga Maret 2026. Fokus utama diarahkan pada implementasi program nasional Bawaslu RI, khususnya dalam memperkuat pengawasan di masa non tahapan pemilu.
Dalam pemaparannya, Bawaslu Bone Bolango menekankan pelaksanaan kegiatan Konsolidasi Demokrasi di masa non tahapan. Kegiatan ini bertujuan menjaga kesinambungan pengawasan serta memperkuat kapasitas pemangku kepentingan di tingkat desa dan kecamatan. Selain itu, pelaksanaan Apel Pengawasan dan pendidikan politik juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya partisipasi demokrasi yang berintegritas.
Aspek pengawasan juga difokuskan pada Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Bawaslu Bone Bolango melakukan pencermatan data secara berkala guna memastikan validitas dan akurasi data pemilih sebagai dasar penyelenggaraan pemilu yang kredibel.
Di sisi lain, pelaporan kehumasan turut menjadi perhatian. Publikasi kegiatan dan diseminasi informasi dilakukan secara aktif melalui berbagai kanal komunikasi. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu.
Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, menyampaikan bahwa laporan kinerja ini merupakan bentuk akuntabilitas lembaga kepada publik dan jajaran di tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa seluruh program yang dilaksanakan berorientasi pada penguatan fungsi pencegahan dalam pengawasan pemilu. “Kami memastikan setiap kegiatan berjalan terukur dan berdampak. Penguatan pengawasan di masa non tahapan menjadi fokus untuk mencegah potensi pelanggaran sejak dini,” ujar Alti.
Sementara itu, Yulianti Laliyo menekankan pentingnya sinergi antara jajaran pengawas dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menyebut bahwa edukasi politik yang berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun pemilih yang cerdas dan berintegritas. “Kami terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Transparansi informasi juga kami perkuat agar publik dapat mengakses setiap proses yang kami lakukan,” ungkap Yulianti.
Melalui penyampaian laporan ini, Bawaslu Kabupaten Bone Bolango menunjukkan komitmen dalam menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Bawaslu Provinsi Gorontalo dalam menghadapi tahapan pemilu yang akan datang.
Penulis & Editor: HA