Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Bolango Uji Petik Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan 3 Tahun 2026 di Kecamatan Botupingge, Pastikan Akurasi Data Sidalih

sofyan djama

Ketua dan Anggota Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd, Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH dan Yulianti Laliyo, S.Pd,.M.Pd serta Kepala Sekreatriat Bawaslu Bone Bolango, Arkan Karim, S.Pd bersama jajaran sekretariat saat melakukan uji petik di Kecamatan Botupingge

Bone Bolango – 29 Juli 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui uji petik data pemilih di Kecamatan Botupingge, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan data pemilih yang tersaji dalam Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH) sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Uji petik dilaksanakan pada tiga desa, yaitu Desa Luwohu, Desa Timbuolo Tengah, dan Desa Sukma. Di setiap desa, Bawaslu mengambil sampel sebanyak 20 pemilih untuk dilakukan pencocokan dan penelitian secara langsung. Proses tersebut menjadi bagian dari pengawasan aktif terhadap kualitas data pemilih agar tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pelaksanaan uji petik dipimpin langsung oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, Alti Mohamad dan Yulianti Laliyo yang didampingi langsung oleh Kepala Sekreatriat, Arkan Karim beserta jajarannya

Dalam kesempatan tersebut Sofyan Djama, menegaskan bahwa uji petik merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas data pemilih berkelanjutan. Menurutnya, pengawasan tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga harus memastikan kesesuaian data dengan fakta yang ada di tengah masyarakat.

"Melalui uji petik ini, kami ingin memastikan bahwa data pemilih dalam SIDALIH benar-benar menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Data pemilih yang valid merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara langsung dan objektif," ujar Sofyan Djama.

sofyan
Sofyan Djama saat kunjungi pemilih yang menjadi sampel uji petik

semnetara itu Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, menjelaskan bahwa kegiatan uji petik juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian data, seperti pemilih yang telah pindah domisili, meninggal dunia, maupun perubahan elemen data kependudukan lainnya.

"Pengawasan data pemilih harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan turun langsung ke lapangan, kami dapat memastikan setiap perubahan data benar-benar teridentifikasi sehingga kualitas daftar pemilih tetap terjaga. Data yang akurat akan memberikan kepastian hak pilih bagi setiap warga negara," kata Alti Mohamad.

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo sendiri menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga validitas data pemilih.

"Keakuratan data pemilih tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah desa dan masyarakat. Informasi yang disampaikan masyarakat sangat membantu dalam memastikan setiap warga yang memenuhi syarat telah terdata dengan benar, sekaligus menghindari data yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih," ungkap Yulianti Laliyo.

YULIANTI
Yulianti Laliyo saat foto bersama dengan aparat desa

Melalui kegiatan uji petik ini, Bawaslu Kabupaten Bone Bolango berharap proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dapat berjalan secara optimal serta menghasilkan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan komprehensif. Pengawasan yang dilakukan secara langsung di lapangan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, transparan, dan demokratis.

Penulis & Editor: HA/RN