Dorong Demokrasi Setara, Bawaslu Bone Bolango Gandeng SLB Negeri dalam Pengawasan Partisipatif
|
Bone Bolango, 12 Mei 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango - Upaya membangun demokrasi yang inklusif terus diperkuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango. Melalui kegiatan Fasilitasi Pemahaman Kepemiluan: Pengawasan Partisipatif bagi Penyandang Disabilitas yang dilaksanakan di SLB Negeri Bone Bolango, Bawaslu menegaskan komitmennya menghadirkan pengawasan pemilu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan tidak boleh dipinggirkan dalam proses pemilu.
“Demokrasi yang baik adalah demokrasi yang memberikan ruang yang sama kepada seluruh warga negara. Penyandang disabilitas bukan hanya pemilih, tetapi juga bagian penting dalam pengawasan partisipatif untuk menjaga pemilu yang jujur dan adil,” ujar Sofyan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Humas dan Partisipasi Masyarakat, serta Yulianti Laliyo, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.
SLB Bone Bolangoa
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak SLB Negeri Bone Bolango. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat membahas hak politik penyandang disabilitas, partisipasi dalam pemilu, serta pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal demokrasi yang adil dan setara.
Tidak hanya menjadi ruang edukasi kepemiluan, kegiatan tersebut juga menghasilkan langkah strategis berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Bawaslu Bone Bolango dan SLB Negeri Bone Bolango terkait penguatan pengawasan partisipatif bagi penyandang disabilitas.
Kerja sama tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan institusi pendidikan dalam memperluas partisipasi masyarakat, khususnya kelompok disabilitas, agar semakin aktif dalam proses demokrasi.
Bawaslu Bone Bolango memandang bahwa pengawasan partisipatif merupakan fondasi penting dalam menciptakan pemilu yang berintegritas. Karena itu, keterlibatan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, harus terus diperkuat melalui edukasi, pendampingan, dan ruang partisipasi yang setara.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bone Bolango ingin memastikan bahwa demokrasi tidak hanya menjadi milik sebagian kelompok, tetapi menjadi ruang bersama yang inklusif, adil, dan dapat diakses oleh seluruh warga negara tanpa diskriminasi.
Penulis & Editor: HA