Ikuti Arahan Bawaslu RI, Arkan Karim Perkuat Tata Kelola Kelembagaan Bawaslu Bone Bolango
|
Bone Bolango, 27 April 2026 — Bawaslu Kabupaten Bone Bolango menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas kinerja, menyusul pelaksanaan Rapat Pembinaan dan Evaluasi Bawaslu/Panwaslih tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota yang digelar Bawaslu RI secara daring, Senin (27/4).
Kepala Sekretariat Bawaslu Bone Bolango, Arkan Karim, bersama jajaran pejabat struktural mengikuti rapat strategis tersebut sebagai bagian dari upaya sinkronisasi kebijakan nasional dengan pelaksanaan di daerah. Forum ini dinilai krusial, tidak hanya sebagai ajang evaluasi, tetapi juga sebagai penegasan arah baru pengelolaan administrasi yang lebih efektif, adaptif, dan akuntabel.
Rapat dipimpin oleh Deputi Bidang Administrasi Bawaslu RI, La Bayoni, yang menekankan pentingnya konsistensi kerja di tengah meningkatnya tuntutan terhadap kinerja lembaga pengawas pemilu. Ia memberikan apresiasi atas capaian jajaran sekretariat di daerah, termasuk peran aktif dalam mendukung tugas pengawasan.
pada rapat melalui daring
Namun di balik apresiasi tersebut, terdapat pesan kuat: Bawaslu di daerah dituntut untuk tidak stagnan. Evaluasi tidak lagi bersifat formalitas, melainkan harus menjadi alat kontrol nyata terhadap kualitas kerja.
“Evaluasi harus dilakukan secara rutin dan terukur. Bahkan di tingkat daerah, Kepala Sekretariat diminta melakukan evaluasi internal setiap hari Senin,” tegas La Bayoni.
Menanggapi hal tersebut, Bawaslu Bone Bolango melihat arahan ini sebagai dorongan untuk memperkuat budaya kerja berbasis evaluasi berkelanjutan. Di tengah dinamika pengawasan yang semakin kompleks, konsistensi dan kedisiplinan internal menjadi faktor penentu keberhasilan lembaga.
Isu lain yang mengemuka dalam rapat adalah penajaman dan efisiensi anggaran. Dengan keterbatasan fiskal, setiap satuan kerja, termasuk Bawaslu Bone Bolango, dituntut mampu berinovasi dalam memaksimalkan penggunaan anggaran negara agar berdampak langsung pada peningkatan kinerja.
Tak hanya itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Pelaksanaan uji kompetensi ASN, baik untuk kenaikan pangkat maupun pengembangan karier, harus diiringi dengan komunikasi yang aktif dan manajemen yang matang.
Bagi Bawaslu Bone Bolango, rapat ini menjadi alarm sekaligus peluang. Di satu sisi, ada tekanan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan akuntabilitas. Di sisi lain, ada ruang besar untuk berinovasi dan memperkuat posisi sebagai lembaga pengawas yang profesional dan terpercaya.
Penulis & Editor: HA