Ketua Bawaslu Bone Bolango Hadiri Launching Pojok Pengawasan di UNG, Perkuat Sinergi Pengawasan Partisipatif dengan Perguruan Tinggi
|
Gorontalo, 25 Juni 2026 — Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, menghadiri kegiatan Launching Pojok Pengawasan di Perguruan Tinggi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo di Aula Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo, Kampus I UNG, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Bawaslu dalam memperluas pengawasan partisipatif melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kehadiran Pojok Pengawasan di lingkungan kampus diharapkan menjadi pusat informasi, edukasi, dan literasi kepemiluan yang mampu meningkatkan kesadaran serta keterlibatan civitas akademika dalam mengawal proses demokrasi.
Launching Pojok Pengawasan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo dengan Bawaslu Provinsi Gorontalo serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan pendidikan politik, pengembangan kajian kepemiluan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan pengawasan partisipatif yang melibatkan kalangan akademisi dan mahasiswa.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat melalui penguatan literasi kepemiluan dan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda.
"Perguruan tinggi merupakan ruang yang sangat tepat untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi dan pengawasan partisipatif. Melalui Pojok Pengawasan, mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai kepemiluan, tetapi juga didorong menjadi agen edukasi yang mampu menyebarkan nilai-nilai demokrasi, integritas, dan kepatuhan terhadap regulasi pemilu di tengah masyarakat," ujar Sofyan.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai kelompok intelektual yang kritis dan independen. Karena itu, sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar pengawasan terhadap setiap tahapan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
"Kolaborasi ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Kami berharap kerja sama yang telah dibangun tidak berhenti pada penandatanganan PKS, tetapi diwujudkan melalui berbagai program nyata seperti diskusi kepemiluan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendidikan politik, hingga pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pengawasan partisipatif," tambahnya.
Sofyan juga menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Bone Bolango berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi kalangan akademisi untuk berkontribusi dalam pengembangan pengawasan pemilu. Menurutnya, masukan berbasis kajian ilmiah dari perguruan tinggi akan menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Melalui kehadiran Pojok Pengawasan di Universitas Negeri Gorontalo, diharapkan tercipta ekosistem kolaboratif antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pengawasan pemilu. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang demokratis, jujur, adil, berintegritas, serta mendapat dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Penulis & Editor: HA