Lompat ke isi utama

Berita

Ketua dan Anggota Bawaslu Bone Bolango Ikuti Diskusi Tematik Bahas Pemberian Amplop Sedekah dalam Kegiatan Keagamaan dan Adat

sofyan djama

Ketua dan Anggota Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd dan Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH saat hadiri Diskusi Tematik bertajuk "Pemberian Amplop Sedekah dalam Kegiatan Keagamaan dan Adat"

Suwawa – 29 Juni 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango mengikuti Diskusi Tematik bertajuk "Pemberian Amplop Sedekah dalam Kegiatan Keagamaan dan Adat" yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo secara daring. Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, bersama Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap potensi kerawanan yang dapat muncul dalam penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili. Diskusi turut diikuti oleh jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Melalui forum ini, peserta memperoleh penguatan mengenai batasan antara aktivitas sosial, keagamaan, dan adat yang merupakan tradisi masyarakat dengan potensi praktik yang dapat memengaruhi independensi dan integritas proses demokrasi.

Kepada humas, Sofyan Djama menyampaikan bahwa diskusi tematik tersebut menjadi ruang yang penting untuk menyamakan persepsi jajaran pengawas pemilu dalam membaca berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif terhadap konteks sosial dan budaya akan membantu pengawas pemilu menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

sofyan
Diskusi Tematik bertajuk "Pemberian Amplop Sedekah dalam Kegiatan Keagamaan dan Adat"

"Tradisi keagamaan dan adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Namun, pengawas pemilu harus mampu mengidentifikasi secara cermat apabila terdapat aktivitas yang berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan politik elektoral. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas pengawasan yang berlandaskan regulasi," ujar Sofyan.

Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad, menegaskan bahwa hasil diskusi akan menjadi referensi dalam pelaksanaan tugas pengawasan di daerah. Ia menilai, peningkatan kapasitas melalui forum tematik dapat memperkuat kemampuan jajaran Bawaslu dalam melakukan langkah pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang berkaitan dengan praktik pemberian materi dalam kegiatan keagamaan maupun adat.

"Kami perlu memahami setiap persoalan tidak hanya dari aspek normatif, tetapi juga dari kondisi sosial masyarakat. Dengan demikian, langkah pencegahan yang dilakukan Bawaslu dapat berjalan secara proporsional, mengedepankan edukasi, serta tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan integritas pemilu," kata Alti.

Melalui keikutsertaan dalam diskusi tematik ini, Bawaslu Kabupaten Bone Bolango menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai dinamika pengawasan pemilu. Penguatan pemahaman terhadap isu-isu strategis diharapkan mampu mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang berintegritas, adil, serta bebas dari praktik yang berpotensi mencederai nilai-nilai 

Penulis & Editor: HA