Konsolidasi Demokrasi: Alti Buka Ruang Diskusi Demokrasi Bersama PAPMIB, Serukan Demokrasi Bersih Dari Praktek Transaksional
|
Bone Bolango — Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad, melakukan konsolidasi demokrasi bersama kalangan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aksi Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone Bolango-Gorontalo atau PAPMIB-G.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam bentuk seminar, diskusi terbuka, serta sesi tanya jawab mengenai berbagai persoalan demokrasi dan kepemiluan. Forum ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan kesadaran politik bagi pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Bone Bolango.
Dalam konsolidasi tersebut, Alti Mohamad menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, pelajar dan mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga bagian penting dalam mengawal proses demokrasi agar berjalan jujur, adil, dan bermartabat.
“Demokrasi tidak boleh hanya dipahami sebagai proses memilih. Demokrasi harus dijaga bersama, terutama dari praktik-praktik yang merusak kemurnian suara rakyat,” ujar Alti.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam kegiatan ini adalah pencegahan pelanggaran pemilu, khususnya praktik politik uang. Alti menegaskan bahwa politik uang merupakan ancaman serius bagi demokrasi karena dapat merusak integritas pemilu dan melemahkan kedaulatan rakyat.
Ia menjelaskan, praktik politik uang tidak hanya mencederai prinsip pemilu yang jujur dan adil, tetapi juga berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pendidikan politik, pengawasan partisipatif, dan keberanian masyarakat untuk menolak segala bentuk transaksi politik.
“Politik uang adalah pintu masuk rusaknya demokrasi. Ketika suara rakyat dibeli, maka arah pembangunan dan kebijakan publik juga berisiko tidak lagi berpijak pada kepentingan rakyat,” tegasnya.
Bawaslu Bone Bolango mendorong pelajar dan mahasiswa untuk mengambil peran aktif sebagai agen pengawasan partisipatif. Kalangan muda dinilai memiliki kapasitas, jejaring, dan keberanian moral untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kesadaran anti-politik uang di lingkungan masing-masing.
Penulis : RN