Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi dengan Partai PKS : Alti Mohamad Soroti Celah Pelanggaran dan Dorong Penguatan Pencegahan

Alti Mohamad

Anggota Bawaslu Bone Bolango Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH soroti celah pelanggaran dalam tahapan pemilu bersama PKS

Bone Bolango — 23 April 2026- Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango -Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad, menyoroti berbagai celah pelanggaran yang muncul selama pelaksanaan Pemilu 2024 dalam kegiatan konsolidasi demokrasi bersama pengurus PKS. Ia menilai evaluasi menyeluruh menjadi kunci untuk memperbaiki kualitas pengawasan ke depan.

Alti menegaskan bahwa praktik politik uang masih menjadi tantangan serius dalam setiap tahapan pemilu. Ia menyebut bahwa pola pelanggaran semakin berkembang dan membutuhkan strategi pengawasan yang lebih adaptif.

Selain itu, ia juga mengangkat isu kampanye hitam yang dinilai semakin masif, terutama melalui media digital. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi merusak integritas proses demokrasi.

sofyan
Sofyan Djama dan Alti Mohamad saat diskusikan kendala-kendala 
dalam tahapan bersama PKS

Dalam forum tersebut, Alti mendorong partai politik untuk lebih proaktif dalam mencegah pelanggaran di internal masing-masing. Ia menilai penguatan sistem kontrol internal partai dapat menekan potensi pelanggaran sejak dini.

Alti juga menekankan pentingnya sinergi antara Bawaslu dan partai politik dalam membangun sistem pencegahan yang efektif. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ia turut mencatat berbagai kendala yang disampaikan oleh partai, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga hambatan komunikasi di lapangan. Menurutnya, kendala ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang pada pemilu mendatang.

Sebagai penutup, Alti menegaskan bahwa hasil konsolidasi ini akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengawasan yang lebih tajam. Ia berharap upaya ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Penulis & Editor: HA