Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi Di Bilungala, Sofyan Djama Tegaskan Netralitas Aparatur Desa Tak Bisa Ditawar

sofyan djama

Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd saat lakukan Konsolidasi Demokrasi di Desa Bilungala Kecamatan Bonepantai

Bilungala, 27 April 2026 — Komitmen menjaga integritas demokrasi di tingkat desa kembali ditegaskan Bawaslu Kabupaten Bone Bolango. Melalui kegiatan konsolidasi yang dilakukan di Desa Bilungala, Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, menekankan bahwa netralitas aparatur desa merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Bawaslu dalam mengawal potensi kerawanan di tingkat akar rumput, khususnya terkait keterlibatan aparatur desa dalam dinamika politik.

Dalam arahannya, Sofyan Djama menegaskan bahwa posisi aparatur desa sangat strategis dan rentan terhadap pengaruh kepentingan tertentu. Oleh karena itu, menjaga netralitas bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga tanggung jawab moral dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

sofyan
Diskusi hangat Sofyan bersama Kepala Desa Bilungala

“Netralitas aparatur desa bukan sekadar aturan, tetapi komitmen yang harus dijaga bersama. Jika ini dilanggar, dampaknya langsung pada kepercayaan publik terhadap proses demokrasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi pelanggaran sering kali berawal dari hal-hal kecil yang dianggap biasa, namun dapat berkembang menjadi persoalan serius jika tidak diantisipasi sejak dini.

Melalui pendekatan dialogis, Bawaslu memberikan pemahaman langsung kepada aparatur desa terkait batasan peran, larangan keterlibatan dalam politik praktis, serta konsekuensi hukum yang dapat timbul apabila terjadi pelanggaran.

Konsolidasi ini tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga menjadi bentuk penguatan komitmen bersama agar seluruh elemen di tingkat desa tetap berada pada jalur netral dan profesional.

Penulis & Editor: HA