Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi: Sofyan, Dialog Kepemiluan Libatkan Ormas untuk Jaga Stabilitas Demokrasi

sofyan djama

Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd dialog kepmiluan bersama Sekretaris PC Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Bone Bolango, serta Ketua Gerakan Pemuda Ansor Bone Bolango

Bone Bolango — Kamis, 23 April 2026 - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, menggelar diskusi kepemiluan bersama sejumlah elemen organisasi kepemudaan dan keagamaan di ruang kerjanya, Kamis. Pertemuan tersebut membahas isu strategis terkait dinamika pemilu, khususnya potensi perselisihan hasil Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah.

Diskusi ini melibatkan Sekretaris PC Nahdlatul Ulama (NU) Bone Bolango, Sekretaris PC Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Bone Bolango, serta Ketua Gerakan Pemuda Ansor Bone Bolango. Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perspektif kolektif dalam menyikapi tahapan dan hasil pemilu secara objektif.

Sofyan Djama menegaskan bahwa isu perselisihan hasil pemilu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh terhadap mekanisme penyelesaian sengketa menjadi penting bagi seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap keberatan terhadap hasil pemilu harus disalurkan melalui jalur hukum yang telah diatur.

sofyan
Sekretaris NU Kab. Bone Bolango, Zemsrianto Maele saat sampaikan 
pandangannya saat berdiskusi dengan Ketua Bawaslu, Sofyan Djama

Menurutnya, peran organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial pasca pemilu. Organisasi memiliki basis massa yang kuat dan mampu menjadi penghubung informasi yang akurat kepada masyarakat. Dengan demikian, potensi disinformasi dan konflik dapat diminimalkan.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga menyoroti pentingnya edukasi publik terkait proses rekapitulasi suara serta tahapan penyelesaian sengketa di Mahkamah Konstitusi. Pemahaman yang baik dinilai dapat mendorong sikap dewasa dalam menerima hasil pemilu, sekaligus memperkuat legitimasi demokrasi.

Sekretaris PC NU Bone Bolango menyampaikan bahwa pendekatan keagamaan dapat menjadi instrumen efektif dalam meredam potensi konflik. Nilai-nilai moderasi dan persatuan perlu terus dikedepankan dalam setiap momentum politik. Hal senada juga disampaikan perwakilan IKA PMII dan GP Ansor yang menekankan pentingnya literasi politik di kalangan generasi muda.

Sofyan Djama menutup diskusi dengan menegaskan komitmen Bawaslu Bone Bolango untuk terus membuka ruang dialog dengan berbagai pihak. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di daerah.

Penulis & Editor: HA