Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi: Yulianti Terima Kunjungan HMI Bahas Bahaya Hoaks dan Disinformasi dalam Pemilu

yulianti laliyo

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo, S.Pd,.M.Pd terima kunjungan HMI Cabang di ruang kerjanya

Bone Bolango, 27 Agustus 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango memperkuat konsolidasi demokrasi melalui diskusi bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone Bolango. Pertemuan tersebut membahas isu hoaks dan disinformasi sebagai bagian dari upaya pencegahan pada masa di luar tahapan Pemilu.

Diskusi berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Bone Bolango dan diikuti empat perwakilan HMI. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Bawaslu membangun kemitraan dengan masyarakat sipil dan organisasi kepemudaan untuk memperkuat pengawasan partisipatif serta mempersiapkan pengawasan Pemilu 2029.

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo, menjelaskan bahwa masyarakat saat ini masih menghadapi tantangan dalam memilah informasi. Informasi yang diterima sering kali dipercaya dan disebarluaskan tanpa pemeriksaan terhadap sumber maupun kebenarannya. Kondisi tersebut dapat menjadi ruang bagi penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Menurut Yulianti, hoaks dan disinformasi dapat dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan politik. Informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan juga berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap peserta Pemilu maupun pasangan calon. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan penguatan literasi informasi.

Perwakilan HMI Cabang Bone Bolango menyampaikan pandangan yang sejalan. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan cepat dan luas, termasuk informasi yang belum teruji kebenarannya. HMI menyatakan kesediaannya turut menyampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya hoaks dan disinformasi.

Dalam diskusi tersebut, HMI juga menyoroti dampak hoaks yang tidak hanya berkaitan dengan kepentingan politik. Informasi palsu dapat memicu konflik sosial dan mengganggu hubungan antarwarga. Karena itu, generasi muda dan mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai agen pencegahan melalui peningkatan literasi digital dan sikap kritis dalam menerima informasi.

Bawaslu Bone Bolango berharap konsolidasi bersama HMI dapat memperluas kesadaran masyarakat untuk memeriksa sumber, isi, dan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarluaskannya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga proses demokrasi tetap jujur, adil, partisipatif, dan berintegritas.

penulis & editor. ha/rn