Lompat ke isi utama

Berita

Lukman Daud Sebut Pelantikan Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Bone Bolango Terlengkap di Provinsi Gorontalo

lukman

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Bone Bolango, Lukman Daud saat memberika  sambutan dalam kegiatan pelatikan Saka Adyasta di Bawaslu Bone Bolango

BONE BOLANGO — 16 Juli 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango -  Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bone Bolango, *H. Lukman A. Daud, S.Pd., S.Sos., M.Adm.Pemb.*, menyebut pelantikan kepengurusan Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilu Bawaslu Kabupaten Bone Bolango sebagai pelantikan dengan struktur terlengkap di Provinsi Gorontalo.

Hal tersebut disampaikan Lukman setelah memimpin langsung prosesi pelantikan struktur Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Bone Bolango. Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi istimewa karena tidak hanya mengukuhkan satu unsur kepengurusan, tetapi mencakup seluruh tingkatan struktur organisasi Saka.

“Pelantikan Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Bone Bolango ini merupakan pelantikan struktur terlengkap di Provinsi Gorontalo. Struktur yang dilantik dimulai dari Majelis Pembimbing Saka, Pimpinan Saka, hingga Dewan Saka,” ujar Lukman.

Dalam prosesi tersebut, Lukman A. Daud melantik Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, *Sofyan Djama, sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Adhyasta Pemilu. Setelah itu, Sofyan Djama melantik **Arkan Karim* sebagai Pimpinan Saka beserta unsur Krida Saka Adhyasta Pemilu yang meliputi Krida Pencegahan, Krida Pengawasan, dan Krida Penanganan Pelanggaran.

Rangkaian pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Dewan Saka yang terdiri atas siswa dan siswi dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Bone Bolango. Dewan Saka tersebut akan menjadi unsur penting dalam menggerakkan kegiatan organisasi sekaligus memperluas pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda.

sofyan
Lukman Daud saat melantik Majelis Pembina Saka Adhyasta Pemilu

Lukman menilai kelengkapan struktur tersebut menunjukkan keseriusan Bawaslu Bone Bolango dalam membangun Saka Adhyasta Pemilu sebagai wadah pendidikan demokrasi dan pengawasan pemilu bagi anggota Pramuka.

Menurutnya, organisasi yang memiliki struktur lengkap akan lebih mudah menjalankan program pembinaan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. Setiap unsur juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas, mulai dari pembinaan, pengambilan kebijakan, pelaksanaan program, hingga keterlibatan langsung anggota muda dalam kegiatan Saka.

“Dengan struktur yang lengkap, Saka Adhyasta Pemilu tidak hanya hadir secara administratif, tetapi memiliki perangkat organisasi yang siap menjalankan program pembinaan dan pendidikan pengawasan pemilu,” jelasnya.

Ia berharap Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Bone Bolango dapat menjadi contoh bagi pembentukan dan pengembangan Saka Adhyasta Pemilu di kabupaten dan kota lainnya, khususnya di Provinsi Gorontalo.

Kehadiran Dewan Saka yang berasal dari kalangan pelajar juga dinilai menjadi kekuatan penting. Para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif, menyampaikan nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah, serta menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

“Dewan Saka harus menjadi penggerak utama. Mereka adalah generasi muda yang nantinya akan meneruskan nilai-nilai demokrasi dan ikut menjaga kualitas pemilu,” tutup Lukman.

Penulis & Editor: HA