Lompat ke isi utama

Berita

Luncurkan (IKP), Lolly Suhenti: 61 Indikator dan Isu-Isu Strategis Bangun Konstruksi dan Metodologi IKP Tahun 2024

Luncurkan (IKP), Lolly Suhenti: 61 Indikator dan Isu-Isu Strategis Bangun Konstruksi dan Metodologi IKP Tahun 2024
humasbawaslubonebolango-hal tersebut disampaikannya saat memberikan paparan dihadapan peserta yang hadir pada peluncuran indeks kerawanan pemilu (IKP) dan pemilihan serentak tahun 2024 yang di selenggarakan bawaslu ri di redtop hotel & convention center jakarta, jum'at (16/12/2022) \n \nlolly diawal paparannya menyampaikan sesama penyelenggara komisi pemilihan umum (KPU), badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) dan dewan kehormatan penyelenggara pemilu (DKPP) butuh adanya sinergitas bersama dalam pemilu sehingga tidak akan timbul kerawanan-kerawanan pemilu. \n \nselaku kordiv hukum, pencegahan, partisipatif masyarakat dan hubungan masyarakat bawaslu republik indonesia, ibu lolly juga menerangkan konteks indeks kerawanan pemilu ini tentunya berdasarkan amanat undang-undang dasar tahun 1945 dan undang-undang nomor 7 tahun 2017 menjadi dasar hukum kenapa kemudian bawaslu meluncurkan indeks kerawanan pemilu, pada tahap ini maka tentu kita sama-sama memahami dari sisi devinisi indeks kerawanan pemilu adalah segala hal yang berpotensi mengganggu atau menghambat proses pemilu yang demokratis. ungkap lolly \n \nlolly pun menyampaikan tujuan dari indeks kerawanan pemilu untuk memetakan potensi kerawanan yang ada di 34 (tiga puluh empat) provinsi dan kabupaten/kota, selanjutnyan untuk melakukan proyeksi dan deteksi sejak dini terhadap potensi pelanggaran pada pemilu maupun pemilihan serta bertujuan menjadi basis dalam rangka pencegahan pengawasan tahapan pemilu, sehingga semua orang akan sangat mempunyai kepentingan terhadap indeks kerawanan pemilu yang diluncurkan ini. tambahnya \n \nsecara konstruktif indeks kerawanan pemilu ini mengalami penyederhanaan yang terdiri dari 4 (empat) dimensi, pertama adalah konteks sosial politik yang memiliki 3 (tiga) sub dimensi dan 16 (enam belas) indikator, kedua adalah pada penyelenggaraa pemilu terdapat 5 (lima) sub dimensi dan 24 (dua puluh empat) indikator, ketiga pada dimensi kontentasi memiliki 2 (dua) sub dimensi dan 15 (lima belas) indikator dan keempat adalah dimensi partisipasi terdapat 2 (dua) sub dimensi dan 6 (enam) indikator sehingga totalnya terdapat 61 (enam puluh satu). \n \ndimensi ini dapat dilihat sub dimensinya pada sosial politik sub dimensinya yakni menyangkut keamanan, otoritas penyelenggara pemilu dan otoritas penyelenggara negara, sedangkan dimensi penyelenggara pemilu sub dimensinya adalah hak memilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara, ajudikasi dan keberatan pemilu serta pengawasan pemilu, sementara itu pada dimensi kontestasi sub dimennsinya adalah mengenai hak pilih dan kampanye calon, sedangkan pada dimensi partisipasi sub dimensinya terdiri dari partisipasi pemilih, partisipasi masyarakat. \n \ndari hal tersebut bisa dilihat secara medotoligi indeks kerawanan pemilu (IKP) ini dilakukan melalui indikator yang dilakukan oleh bawaslu yang masing-masing indikatornya dapat mengukur jumlah kejadian tingkat kejadian sehingga nilai dari indeks kerawanan pemilu (IKP) ini dapat dihitung dari jumlah kejadian yang kemudian diberikan pembobotan dengan tingkat kejadian peristiwa yang menghasilkan agregat skor indeks kerawanan pemilu (IKP) dimasing-masing bawaslu, bawaslu provinsi dan bawaslu kabupaten/kota. jelasnya lagi. \n \nselanjutnya Lolly juga menyampaikan isu-isu strategis menjadi perhatian ekstra yang memiliki kerawanan tertinggi dalam mempengaruhi indeks kerawanan pemilu diantaranya adalah netralitas penyelenggara pemilu, polemik terhadap netralitas penyelenggara menjadi pengalaman penting dalam menjaga kemandirian dan profesionalitas pelaksanaan pemilu sehingga indeks kerawanan pemilu ini menjadi warning sistem bagi kita semua sehingga tingkat kerawanan netralitas penyelenggara tidak terjadi. \n \nbawaslu berharap indeks kerawanan pemilu (IKP) dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memperkuat pencegahan dan bermanfaat tidak hanya untuk penyelenggara pemilu tetapi untuk partai politik, media, dan stekholder lainnya yang memiliki kepentingan besar dalam menjaga demokrasi kita baik dan maju di tahun 2024. tutup lolly \n \nhumas by.hfa