Lompat ke isi utama

Berita

Pimpin Apel Rutin, Alti Mohamad Dorong Kesiapan HUT Kemerdekaan dan Pengawasan Partisipatif

Alti Mohamad

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH saat pimpin apel rutin di Bawaslu Bone Bolango

Bone Bolango, 3 Agustus 2026 – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango, Alti Mohamad, memimpin apel rutin hari Senin yang diikuti jajaran sekretariat Bawaslu Bone Bolango, Senin (3/8/2026).

Dalam arahannya, Alti Mohamad menyampaikan pentingnya kesiapan seluruh jajaran sekretariat dalam menyambut momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengingatkan agar persiapan dilakukan secara matang, mulai dari kesiapan administrasi, lingkungan kerja, hingga keterlibatan seluruh unsur sekretariat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.

“Momentum kemerdekaan menjadi pengingat bagi kita untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kelembagaan,” ujar Alti dalam arahannya.

Selain membahas persiapan peringatan Hari Kemerdekaan, Alti juga menekankan pentingnya penguatan program Kampung Pengawasan Partisipatif sebagai salah satu inovasi Bawaslu dalam membangun keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.

alti
Apel Rutin di Sekretariat Bawaslu Bone Bolango

Menurutnya, Kampung Pengawasan Partisipatif tidak hanya menjadi wadah pengawasan, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat agar memahami pentingnya menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas. Program ini mendorong masyarakat desa untuk berperan aktif dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran pemilu, termasuk praktik politik uang, penyebaran informasi palsu, serta pelanggaran lainnya.

Alti mengajak seluruh jajaran untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat. Keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam menciptakan pengawasan pemilu yang kuat, karena pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi publik.

“Pengawasan partisipatif harus terus diperkuat. Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa mereka memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi,” tegasnya.

Penulis & Editor: RN/HA