Lompat ke isi utama

Berita

Sofyan Djama: Edukasi Kepemiluan Perkuat Peran Masyarakat dalam Pengawasan

sofyan djama

Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd saat menyampaikan arahan kepada jajaran sekretariat dalam rapat pleno terbuka

Bone Bolango, 18 Februari 2026 – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, menegaskan komitmen lembaganya untuk memperkuat kualitas pengawasan melalui tiga pilar utama, yakni transparansi, edukasi kepemiluan, dan konsolidasi internal. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat pleno bersama jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu Bone Bolango.

Sofyan menekankan bahwa keterbukaan informasi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Menurutnya, layanan informasi yang cepat, akurat, dan profesional akan memperkuat legitimasi lembaga sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

“Transparansi, edukasi, dan konsolidasi menjadi prioritas pengawasan kami. Keterbukaan informasi dan edukasi kepemiluan, baik secara partisipatif maupun kelembagaan, harus terus kita perkuat,” ujar Sofyan di hadapan peserta pleno.

Ia menjelaskan, edukasi kepemiluan berperan strategis dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, Bawaslu mendorong keterlibatan aktif warga dalam mengawasi setiap tahapan pemilu. Upaya ini dinilai efektif untuk menekan potensi pelanggaran serta memperkuat integritas proses demokrasi di daerah.

sofyan
Bawaslu Bone Bolango saat menggelar rapat pleno terbuka bersama jajaran

Pada sisi internal, Sofyan menilai konsolidasi menjadi kunci dalam menjaga soliditas organisasi. Sinkronisasi kinerja antar divisi dan penguatan koordinasi sekretariat diperlukan agar seluruh program pengawasan berjalan terukur dan berkelanjutan.

Dalam rapat pleno tersebut, jajaran Bawaslu Bone Bolango juga membahas optimalisasi layanan informasi publik melalui penguatan peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. Penataan sistem dokumentasi serta peningkatan standar pelayanan menjadi fokus utama untuk memastikan akses informasi publik tetap terjaga.

Sofyan menegaskan bahwa konsolidasi internal harus berjalan seiring dengan strategi komunikasi publik yang edukatif dan responsif terhadap dinamika kepemiluan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat citra kelembagaan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Komitmen kami jelas, menghadirkan pengawasan yang transparan, partisipatif, dan berintegritas demi menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Bone Bolango,” tutup Sofyan.

Penulis & Editor: HA