Lompat ke isi utama

Berita

Sofyan Djama: Kampus Punya Peran Strategis Bangun Kesadaran Demokrasi Mahasiswa

sofyan djama

Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd bersama Kasubbag Administrasi, Ratno S. Daenunu, S.Pd saat melakukan Konsolidasi Demokrasi di Kampus Polygon Bone Bolango

Bone Bolango, 4 Februari 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango- Ketua, Sofyan Djama, bersama jajaran sekretariat melaksanakan diskusi demokrasi bersama sivitas akademika Politeknik Gorontalo sebagai bagian dari penguatan peran dunia pendidikan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Kampus Politeknik Gorontalo dan disambut langsung oleh Direktur Politeknik Gorontalo, Ismail Mohidin, S.Kom., M.T, bersama jajaran dosen. Diskusi berjalan dalam suasana terbuka, interaktif, dan penuh pertukaran gagasan.

Sofyan Djama menegaskan bahwa kampus memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran demokrasi, khususnya di kalangan mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi berperan sebagai ruang kritis yang mampu melahirkan generasi muda dengan pemahaman demokrasi yang utuh dan bertanggung jawab. Peran ini dinilai penting untuk mendorong partisipasi publik yang sehat dan berkelanjutan.

“Kampus bukan hanya pusat keilmuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter demokratis. Mahasiswa perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang hak, kewajiban, serta etika dalam kehidupan berdemokrasi,” ujar Sofyan. Ia menambahkan, literasi demokrasi yang baik akan melahirkan sikap kritis, objektif, dan berintegritas dalam menyikapi setiap proses politik.

Dalam forum tersebut, pihak Politeknik Gorontalo menyampaikan masukan terkait penguatan mekanisme pengaduan masyarakat. Usulan yang mengemuka ialah pengembangan sistem pengaduan berbasis digital melalui aplikasi atau platform daring yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan secara mudah, cepat, dan transparan, sekaligus memantau progres penanganannya.

Menanggapi hal itu, Sofyan Djama menyatakan bahwa Bawaslu terbuka terhadap inovasi digital sebagai bagian dari upaya modernisasi pengawasan pemilu dan pemilihan. Ia menilai pemanfaatan teknologi akan memperluas jangkauan layanan pengawasan, meningkatkan kepercayaan publik, serta mempercepat tindak lanjut setiap laporan yang masuk.

Diskusi ini menjadi ruang kolaboratif antara Bawaslu dan sivitas akademika dalam merespons tantangan pengawasan demokrasi di era digital. Melalui sinergi yang berkelanjutan, kedua pihak berkomitmen memperkuat pendidikan politik, mendorong partisipasi aktif masyarakat, serta menjaga kualitas demokrasi yang bersih dan berintegritas di Kabupaten Bone Bolango.

Penulis & Editor: HA

Photo: RSD