Sofyan Djama: Pelajar Menjadi Kunci Pengawasan Pemilu Partisipatif
|
Bone Bolango, Selasa 20 Januari 2026 -Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, memimpin apel pengawasan partisipatif di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kabila, Desa Talango, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Bawaslu Bone Bolango dalam menumbuhkan kesadaran pengawasan pemilu sejak dini. Bawaslu menyasar pelajar sebagai pemilih pemula yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi di masa mendatang.
Dalam arahannya, Sofyan Djama menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara. Peran aktif masyarakat, termasuk pelajar, menjadi elemen penting dalam mencegah pelanggaran dan memastikan pemilu berjalan jujur dan adil. Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan pendekatan yang efektif untuk membangun budaya demokrasi yang sehat. Pelajar diharapkan mampu memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara sejak dini, sekaligus memiliki keberanian untuk bersikap kritis terhadap setiap potensi pelanggaran pemilu.
“Pelajar memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Pengawasan partisipatif menjadi kunci untuk mencegah pelanggaran dan menjaga integritas pemilu,” kata Sofyan.
Ia juga mengajak pelajar untuk menolak segala bentuk praktik pelanggaran pemilu, seperti politik uang, penyebaran informasi tidak benar, serta penyalahgunaan wewenang. Sofyan menekankan pentingnya sikap berani melapor apabila menemukan dugaan pelanggaran di lingkungan sekitar.
Sofyan Djama menyampaikan apresiasi atas antusiasme pihak sekolah dan para pelajar dalam mengikuti apel pengawasan partisipatif. Menurutnya, keterlibatan dunia pendidikan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi pemilih yang sadar demokrasi dan berintegritas.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi mampu membentuk kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk menjadi pengawas pemilu yang aktif dan bertanggung jawab di lingkungan masing-masing.
“Harapan kami, pelajar tidak hanya memahami pengawasan pemilu secara teoritis, tetapi mampu menerapkannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dari sekolah inilah lahir pemilih cerdas dan berintegritas,” pungkas Sofyan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bone Bolango terus memperkuat pengawasan partisipatif sebagai strategi pencegahan pelanggaran pemilu dan penguatan demokrasi di tingkat lokal.
Penulis & Editor: HA