Sofyan Djama Sebut Konsolidasi Demokrasi Strategi Bawaslu Dengarkan Aspirasi Publik
|
Bone Bolango, Rabu 21 Januari 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango- Sofyan Djama, menilai bahwa konsolidasi demokrasi menjadi sarana strategis bagi Bawaslu untuk lebih dekat dengan masyarakat. Melalui konsolidasi demokrasi, Bawaslu dapat memahami persoalan kepemiluan secara lebih utuh dari sudut pandang masyarakat.
Menurut Sofyan, pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Pengawasan pemilu tidak cukup dilakukan dari balik meja atau hanya berdasarkan laporan formal.
“Konsolidasi demokrasi membuat Bawaslu lebih dekat dengan masyarakat. Dari sana, kami bisa memahami persoalan kepemiluan langsung dari sudut pandang warga,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan kepemiluan sering kali hanya dapat dipahami secara utuh ketika Bawaslu mendengar langsung pengalaman dan aspirasi masyarakat. Hal tersebut menjadi dasar dalam menyusun langkah pengawasan dan pencegahan yang lebih tepat sasaran.
Sofyan menilai, konsolidasi demokrasi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu. Keterbukaan dan kehadiran langsung di tengah masyarakat dinilai mampu membangun hubungan yang lebih komunikatif dan partisipatif.
Penulis: RN
Editor & Photo: HA