Sofyan Djama Turun Langsung ke Desa Bilungala, Bawaslu Perkuat Kesadaran Demokrasi dari Akar Rumput
|
Bone Bolango — 05 Mei 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango - Komitmen memperkuat kualitas demokrasi terus ditunjukkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango. Kali ini, Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, memilih pendekatan langsung dengan turun ke tengah masyarakat Desa Bilungala guna menyerap aspirasi sekaligus membangun kesadaran demokrasi di tingkat akar rumput.
Berbeda dengan pendekatan formal yang kerap dilakukan, Sofyan menggelar konsolidasi dengan cara mendatangi langsung titik-titik keramaian warga. Mulai dari warung kopi, halaman rumah warga, hingga ruang berkumpul masyarakat, ia membuka ruang dialog yang santai namun sarat makna.
Dalam suasana yang cair, masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan berbagai pandangan terkait kondisi demokrasi saat ini. Tidak hanya aspirasi, warga juga menyampaikan harapan, kritik, hingga keresahan mereka terhadap pelaksanaan proses demokrasi, khususnya menjelang momentum politik ke depan.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun komunikasi dua arah yang lebih terbuka dan jujur. Tanpa adanya sekat formalitas, interaksi yang terjalin mampu menggali suara masyarakat secara lebih autentik, sekaligus menjadi ruang edukasi politik yang kontekstual dan mudah dipahami.
di desa bilungala
Sofyan Djama menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak cukup hanya melalui regulasi dan pengawasan formal, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, kesadaran politik warga menjadi kunci utama dalam menciptakan pemilu yang berintegritas.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam demokrasi, tetapi juga subjek yang aktif berpartisipasi dan berani menyuarakan pendapatnya,” ungkapnya dalam dialog bersama warga.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam membangun demokrasi yang inklusif dan partisipatif. Dengan turun langsung ke lapangan, Bawaslu tidak hanya hadir sebagai lembaga pengawas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Langkah “jemput bola” yang dilakukan ini sekaligus mempertegas peran strategis Bawaslu dalam menjembatani komunikasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, diharapkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi dapat terus meningkat.
Kegiatan konsolidasi di Desa Bilungala ini menjadi bukti bahwa penguatan demokrasi dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana, selama ada kemauan untuk mendengar dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Penulis & Editor: HA