Sofyan Djama: Ukur Perubahan Sikap Publik, Tujuan Konsolidasi Demokrasi
|
Bone Bolango- 25 Februari 2026- Bawaslu Kabupaten Bone Bolango - Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi harus berorientasi pada perubahan sikap publik, bukan sekadar pelaksanaan kegiatan.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno rutin di Kantor Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Rabu, 25 Februari 2026. Dalam evaluasi tersebut, Sofyan meminta seluruh jajaran tidak lagi menilai konsolidasi dari jumlah pertemuan atau daftar hadir semata.
“Ukur perubahan sikap publik. Itu tujuan konsolidasi. Apakah masyarakat semakin paham soal netralitas. Apakah ada keberanian menolak politik uang. Itu indikator yang harus kita lihat,” tegas Sofyan.
Ia menilai bahwa konsolidasi yang hanya berfokus pada administrasi berisiko kehilangan substansi. Menurutnya, tantangan demokrasi di daerah tidak cukup dijawab dengan pendekatan normatif. Diperlukan metode yang mampu membentuk kesadaran hukum dan perilaku politik yang sehat.
Sofyan juga menekankan pentingnya penyusunan materi berbasis isu aktual dan peta kerawanan. Konsolidasi harus menyasar kelompok strategis yang memiliki potensi risiko dalam pelaksanaan pemilu.
“Kita tidak boleh puas pada laporan kegiatan. Yang kita butuhkan adalah dampak. Ada perubahan cara pandang. Ada peningkatan kepatuhan terhadap aturan. Di situlah kualitas pengawasan diuji,” ujarnya.
Penulis: RN
Editor & Photo: HA