Sofyan Pertanyakan Ketidaksesuaian Data Dalam Coklit Terbatas Pemutakhiran Data Pemilih
|
Suwawa- 2 Juli 2025,- Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango- hal tersebut diungkapkan Sofyan Djama kepada KPU Kabupaten Bone Bolango pada saat menghadiri pelaksanaan Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2025, dirinya mengungkapkan terhadap ketidaksesuaian data pemilih yang didapati pada saat proses pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketidaksesuaian tersebut mencuat setelah Bawaslu melakukan pengawasan langsung dalam coklit terbatas PDPB di beberapa wilayah desa/kelurahan berdasarkan data turun dari BPJS, BPS dan Kemendagri.
"Hasil pengawasan coklit terbatas berdasarkan data turun dari Kemendagri, BPS dan BPJS terdapat 3 (tiga) pemilih dinyatakan meninggal dan fakta dilapangan tidak sesuai dikarenakan pemilih masih hidup, terkait hal seperti ini perlu menjadi atensi bagi kita semua, ungkap sofyan. Menurutnya jangan sampai dari data BPJS ini akan berdampak pada non aktifnya seorang pemilih padahal yang bersangkutan belum meninggal". tegasnya.
Sofyan menegaskan bahwa tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) merupakan fondasi penting dalam menjamin hak pilih masyarakat, sehingga data yang digunakan harus benar-benar akurat dan mutakhir.
“Kami terus berkoordinasi dengan KPU agar dapat melakukan evaluasi kembali terhadap hasil proses coklit terbatas ini. Jangan sampai kekeliruan data berdampak pada hilangnya hak pilih warga negara,”.
selain itu, Sofyan Djama selaku Ketua Bawaslu mengajak dan mengimbau masyarakat turut berpartispasi aktif memeriksa status mereka dalam pemutakhiran data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II 2025 yang telah ditetapakan oleh KPU, dan segera melaporkan jika menemukan kejanggalan ataupun kekeliruan pada posko aduan masyarakat yang telah di bentuk oleh Bawaslu Kabupaten Bone Bolango baik secara langsung maupun tidak langsung. menurutnya Proses pemutakhiran data pemilih yang akurat diyakini sebagai kunci suksesnya pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil. tutup sofyan
Penulis dan Foto: hfa
Editor : hfa