Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Pengawasan di Media Sosial Dalam Tahapan Pilkada Serentak, Bawaslu Bone Bolango Hadiri Rakor Siber di Jakarta

amirudin

Kasubag Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Bone Bolango, Amirudin Lihawa saat hadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Siber pada Tahapan Kampanye Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (11/9/2024) malam.

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango- Kasubag Pencegahan, Parmas dan Humas, Amirudin Lihawa mengatakan Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty menjelaskan dalam era digitalisasi, Bawaslu akan ambil langkah dalam mengawal pengawasan Siber (dunia maya). Lolly mengungkapkan adapun hasil pengawasan Pemilu 2024, pelanggaran tertinggi di wilayah siber kususnya media sosial adalah ujaran kebencian. ujarnya saat dirinya dikonfirmasi humas bone bolango terkait rapat koordinasi di Jakarta.

Dirinya menyampaikan di media sosial ujaran kebencian tertinggi disampaikan di Facebook dengan 33,2 persen lalu Instagram dengan 29,9 persen disusul X 28,5 persen selain itu Tiktok 7,9 persen dan terakhir Youtube 0,6 persen. "Tertinggi trennya ujaran kebencian loh, jadi adaptasi terhadap situasi kekinian dibutuhkan," ungkap amir, meniru apa yang disampaikan Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenti dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Siber pada Tahapan Kampanye Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (11/9/2024) malam.

amirudin

ibu Lolly juga memberikan semangat kepada jajaran Bawaslu di Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk jeli dan memahami pengawasan siber. Sebab, dia melihat butuh percepatan dan kemampuan untuk menjangkau dan mendistribusi informasi.

"Ini pengawasan yang spesifik hanya untuk siber ya karena spesifik maka tanggung jawab kita sangat besar karena jangkauan objek pengawasan kita luas. Ini berbicara perihal terhubung dengan jejaring internet," jelasnya.

banyak hal yang perlu diwaspadai saat ini terlebih lagi teknologi Artificial Intelligence (AI). Sebab menurutnya, ada kecenderungan oknum yang memanfaatkan hal tersebut untuk memfitnah atau melakukan pelanggaran, yang membuat Bawaslu kesulitan mengidentifikasi dan memverifikasi kebenarannya.

"Karena kecanggihan teknologi, jika tidak diimbangi kecanggihan mengawasi pasti akan berbahaya. Mari kita jaga Pemilihan Kepala Daerah melalui kewarasan dalam bertindak dalam menyerap rasa, buka telinga lebar lebar, buka mata dengan tajam melihat, gunakan mulut dan jari untuk luwes menyampaikan informasi itu bentuk dari kesatuan Bawaslu,".

Amirudin sendiri menilai kegiatan ini benar-benar sangat bermanfaat bagi kita pengawas di daerah, khususnya dalam pelaksanan pengawasan di media sosial yang terkadang agak luput dari pengawasan kita. ujarnya

amir

tentunya apa yang didapati hari ini, kami akan menyampaikan kepada Ketua dan Anggota Bawaslu Bone Bolango sekaligus merencanakan langkah-langkah strategis yang baik dalam upaya melakukan pengawasan di media sosial sehingga dapat meminimalisir pelanggaran ataupun ujaran kebencian di media sosial dalam tahapan pilkada serentak 2024. tutup amir kepada humas bone bolango
 

penulis dan photo: hedy amrullah

editor: hedy amrullah

sumber: BWS