Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Pemilu Inklusif, Sofyan Djama Konsolidasi Demokrasi Di SLB Negeri Perkuat Edukasi Pemilih Disabilitas

sofyan djama

Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd saat lakukan konsolidasi Demokrasi di SLB Negeri Bone Bolango 

BONE BOLANGO, 1 April 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango terus melancarkan langkah strategis untuk memastikan hak-hak politik seluruh lapisan masyarakat terpenuhi. Pada Rabu (1/4), Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, melaksanakan kegiatan konsolidasi bersama pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bone Bolango sebagai upaya memperkuat partisipasi penyandang disabilitas dalam proses demokrasi.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis ini fokus pada penguatan akses informasi dan pemahaman kepemiluan bagi kelompok disabilitas. Sofyan Djama menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap warga negara memiliki kedudukan dan hak yang setara.

“Partisipasi disabilitas dalam pemilu tidak hanya soal hak pilih di tempat pemungutan suara, tetapi juga mencakup akses terhadap informasi dan pemahaman yang memadai tentang proses demokrasi itu sendiri,” tegas Sofyan di hadapan jajaran pengajar SLB Negeri Bone Bolango.

Guna menjawab tantangan tersebut, Bawaslu Bone Bolango telah menginisiasi pembuatan konten edukasi khusus disabilitas sebagai bagian dari program edukasi publik yang inklusif. Melalui kunjungan ini, Sofyan mendorong adanya kolaborasi lebih mendalam dengan pihak sekolah dalam pengembangan konten di masa depan.

alti
Ketua Saat berdiskusi dengan staf pengajar di SLB Bone Bolango

Menurutnya, pihak SLB memiliki keahlian dalam metode komunikasi yang efektif bagi para siswa, sehingga keterlibatan mereka sangat penting agar pesan-pesan demokrasi dapat tersampaikan secara tepat sasaran dan mudah dipahami.

Selain soal teknis informasi, Sofyan menghimbau agar institusi pendidikan luar biasa turut aktif dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Lingkungan sekolah dianggap sebagai laboratorium terbaik untuk membangun kesadaran politik yang sehat bagi para siswa penyandang disabilitas.

“Lingkungan pendidikan memiliki peran krusial dalam membangun kesadaran sejak dini. Kami berharap sekolah dapat menjadi mitra aktif dalam mengenalkan tata cara dan nilai pemilu kepada siswa,” tambahnya.

Diskusi ini juga menyoroti pentingnya pendekatan yang ramah disabilitas di setiap tahapan pemilu, mulai dari pemutakhiran data pemilih hingga aksesibilitas di hari pemungutan suara. Bawaslu berkomitmen untuk terus mengawal agar tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang terabaikan dalam pesta demokrasi.

Dengan adanya sinergi antara Bawaslu dan SLB Negeri Bone Bolango, diharapkan partisipasi penyandang disabilitas di Kabupaten Bone Bolango tidak hanya meningkat secara kuantitas (jumlah pemilih), tetapi juga secara kualitas (pemahaman politik), demi terwujudnya pemilu yang benar-benar berintegritas dan inklusif

Penulis & Editor: HA

Photo: HA