Lompat ke isi utama

Berita

Yulianti Laliyo Ajak Guru SMA Negeri 1 Tapa Perkuat Pencegahan Politik Uang Melalui Konsolidasi Demokrasi

yulianti laliyo

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Kordiv P3S, Yulianti Laliyo, S.Pd,.M.Pd saat menggelar Konsolidasi Demokrasi di SMA Negeri 1 Tapa

Bone Bolango, 3 Agustus 2026 – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango, Yulianti Laliyo, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama para guru SMA Negeri 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Bawaslu dalam memperkuat upaya pencegahan pelanggaran pemilu sekaligus membangun budaya demokrasi yang berintegritas di luar tahapan penyelenggaraan pemilu.

Diskusi yang diikuti 16 orang guru tersebut mengangkat isu politik uang sebagai salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan pemilu yang demokratis. Melalui forum tersebut, Bawaslu mendorong keterlibatan dunia pendidikan dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya menjaga integritas pemilu sejak dini.

Dalam pemaparannya, Yulianti Laliyo menjelaskan bahwa praktik politik uang tidak hanya melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga berdampak pada menurunnya kualitas demokrasi. Menurutnya, politik uang dapat memengaruhi kebebasan pemilih dalam menentukan pilihan serta membuka peluang lahirnya kepemimpinan yang tidak berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Yulianti juga menegaskan bahwa politik uang yang terus berulang berpotensi dianggap sebagai sesuatu yang wajar apabila tidak diimbangi dengan pendidikan politik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tenaga pendidik, untuk berperan aktif menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, serta sikap menolak politik uang kepada para pemilih pemula melalui proses pembelajaran di lingkungan sekolah.

YULIANTI
Yulianti Laliyo berikan pemahaman terkait politik uang kepada guru SMA 1 Negeri Tapa

Menurut Yulianti, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui pendidikan kewarganegaraan dan pembinaan di sekolah, guru dapat menjadi agen perubahan yang menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kedaulatan rakyat dan mewujudkan pemilu yang jujur serta adil. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Bawaslu dalam memperluas pengawasan partisipatif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Para guru SMA Negeri 1 Tapa menyambut positif pelaksanaan konsolidasi demokrasi tersebut. Mereka menyatakan dukungan terhadap upaya Bawaslu dalam meningkatkan pendidikan politik bagi masyarakat, khususnya pemilih pemula. Para peserta juga berkomitmen untuk menyampaikan pemahaman mengenai bahaya politik uang kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pembinaan sesuai dengan kewenangan sekolah.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Bawaslu Kabupaten Bone Bolango dan satuan pendidikan dalam membangun generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Bawaslu optimistis kesadaran masyarakat untuk menolak politik uang akan semakin meningkat sebagai fondasi bagi terwujudnya pemilu yang demokratis, jujur, dan berkeadilan.

Penulis & Editor: HA