Yulianti Laliyo Ajak Tokoh Ayula Selatan Lawan Hoaks Demi Demokrasi Bermartabat
|
Bone Bolango, 4 Maret 2026 – Anggota Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi yang sehat, jujur, dan bermartabat, khususnya dalam momentum pasca tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024 di Kabupaten Bone Bolango.
Dalam forum diskusi yang berlangsung terbuka, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan kekhawatiran atas maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks yang terjadi selama tahapan pemilihan. Penyebaran informasi tidak benar tersebut dinilai semakin masif melalui media sosial serta muncul dalam dinamika kampanye.
Yulianti Laliyo menegaskan bahwa hoaks menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi karena berpotensi memecah belah masyarakat dan merusak kepercayaan publik terhadap proses pemilihan.
Ia mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada warga agar lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi. Menurutnya, penguatan literasi informasi harus dimulai dari lingkungan terdekat dan diperkuat melalui keteladanan para pemuka masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Yulianti juga memperkenalkan Program Kampung Pengawasan Partisipatif sebagai salah satu strategi Bawaslu untuk membangun budaya pengawasan berbasis masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan partisipasi warga dalam mengawasi setiap proses demokrasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai potensi pelanggaran pemilu.
Yulianti berharap dukungan penuh dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, serta seluruh elemen warga Desa Ayula Selatan agar Kampung Pengawasan Partisipatif dapat diwujudkan di desa tersebut. Ia menilai keterlibatan aktif masyarakat menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi penyebaran hoaks, praktik politik uang, serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.
"Melalui Kampung Pengawasan Partisipatif, kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga demokrasi bukan hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mencegah hoaks, politik uang, dan berbagai pelanggaran sejak dini," ujar Yulianti.
Ia menambahkan bahwa demokrasi yang bermartabat tidak hanya ditentukan oleh proses pemungutan suara, tetapi juga oleh sikap masyarakat dalam menjaga etika politik, mengedepankan informasi yang benar, serta menciptakan ruang publik yang sehat dan kondusif bagi kehidupan demokrasi di Bone Bolango.
Penulis: RN
Editor & Photo: HA