Lompat ke isi utama

Berita

Yulianti Laliyo: Perempuan Pengawas Pilar Demokrasi Berintegritas

yulianti laliyo

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo, S.Pd,.M.Pd

Jakarta- Senin, 22 Desember 2025 - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango- Di balik setiap suara yang jujur, ada pengawas yang setia. Di balik setiap insan yang jujur, ada ibu yang mendidik dengan cinta.” Ungkapan tersebut disampaikan oleh Yulianti Laliyo, S.Pd., M.Pd. saat dihubungi Humas Bawaslu Kabupaten Bone Bolango di sela-sela mengikuti kegiatan Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilihan Umum dan Masyarakat Sipil yang digelar oleh Bawaslu RI di Jakarta.

Yulianti menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang demokratis dan berintegritas.
Menurutnya, kehadiran perempuan dalam pengawasan pemilu bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kualitas demokrasi.

Lebih lanjut, Yulianti menjelaskan bahwa sejarah panjang perjuangan perempuan untuk dapat disejajarkan dan berperan penting dalam berbagai struktur strategis dalam kepentingan  berbangsa dan bernegara menjadi fondasi kuat bagi keterlibatan aktif perempuan di ruang-ruang publik, termasuk dalam penyelenggaraan dan pengawasan pemilu.

Kegiatan Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilu dan Masyarakat Sipil tersebut mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Pemilu Inklusif, Anti Kekerasan, dan Berbasis Transformasi Digital.” 
Menurut Yulianti, tema ini mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan pemilu yang ramah terhadap semua kelompok, bebas dari kekerasan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

dirinya menilai kegiatan ini merupakan wujud nyata hadirnya peran perempuan dalam penyelenggaraan dan pengawasan pemilu sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Perempuan dinilai memiliki kepekaan dan perspektif penting dalam mendorong proses demokrasi yang bersih, adil, serta sensitif terhadap isu keadilan dan hak asasi manusia.

Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Ibu tersebut semakin membangkitkan semangat dan solidaritas pengawas Perempuan. Momentum ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga memiliki kapasitas, kompetensi, dan tanggung jawab strategis dalam kepentingan bangsa dan negara, khususnya dalam menjaga kualitas demokrasi.

Yulianti berharap, melalui konsolidasi ini, jejaring antara perempuan pengawas pemilu dan masyarakat sipil semakin kuat, sekaligus mampu meningkatkan kapasitas dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan serta diskriminasi dalam setiap tahapan pemilu. Ia juga berharap peran perempuan dalam pengawasan pemilu ke depan semakin diakui dan diperkuat di semua tingkatan.

“Selamat Hari Ibu untuk seluruh perempuan di Indonesia. Terus berdaya, terus mengawal pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” tutup Yulianti.

Penulis: RSH

Editor:HA