Yulianti Laliyo Tekankan Pentingnya Pemahaman Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran kepada Peserta P2P
|
Bone Bolango – 19 Mei 2026 - Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Yulianti Laliyo, memberikan penguatan materi tentang Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu kepada peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P), Selasa (19/05/2026). Materi tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas peserta agar mampu memahami mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran secara benar, terstruktur, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam paparannya, Yulianti menjelaskan bahwa pelaporan dugaan pelanggaran merupakan bagian penting dalam pengawasan partisipatif karena menjadi jalur resmi masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait potensi pelanggaran pemilu kepada Bawaslu. Ia menegaskan, setiap warga negara yang memiliki hak pilih, peserta pemilu, maupun pemantau pemilu memiliki ruang yang sama untuk berperan aktif dalam menjaga integritas demokrasi melalui mekanisme pelaporan tersebut.
“Pengawasan partisipatif tidak cukup hanya dengan melihat dan mengetahui adanya dugaan pelanggaran. Masyarakat, khususnya generasi muda, juga harus memahami bagaimana melaporkannya secara benar agar setiap informasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Yulianti saat menyampaikan materi.
Dalam sesi pemaparan, Yulianti menguraikan berbagai jenis pelanggaran pemilu, mulai dari pelanggaran kode etik penyelenggara, pelanggaran administratif, tindak pidana pemilu, hingga pelanggaran hukum lainnya. Ia juga menjelaskan tahapan penanganan pelanggaran yang dimulai dari laporan atau temuan, kajian awal, registrasi, klarifikasi dan pemeriksaan, hingga rekomendasi atau putusan.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai dua mekanisme penyampaian laporan, yakni secara langsung melalui kantor Bawaslu dan secara daring melalui aplikasi Sigap Lapor, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih mudah dalam menyampaikan laporan dugaan pelanggaran.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi audiensi dan diskusi interaktif bersama peserta P2P. Dalam suasana dialogis tersebut, para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta berbagai simulasi kasus yang berkaitan dengan pelaporan dugaan pelanggaran pemilu.
Menanggapi antusiasme peserta, Yulianti menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif generasi muda dalam forum tersebut.
“Saya melihat semangat peserta sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting bagi Bawaslu untuk membangun pengawasan partisipatif yang kuat, karena demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang peduli, kritis, dan berani terlibat,” ujar Yulianti saat sesi audiensi bersama peserta P2P.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bone Bolango berharap peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif tidak hanya memahami konsep dasar pengawasan, tetapi juga memiliki keterampilan teknis untuk berkontribusi langsung dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas
Penulis & Editor: HA