Lompat ke isi utama

Berita

Yulianti Laliyo Tekankan Urgensi Lawan Hoax di Kalangan Alumni SMP 3 Bone Bolango saat Lakukan Konsolidasi Demokrasi

yulianti laliyo

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo saat lakukan konsolidasi demokrasi bersama alumni SMP 3 Bone Bolango

BONE BOLANGO- Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bone Bolango - Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Yulianti Laliyo, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Alumni SMP 3 Gorontalo yang berdomisili di wilayah Bone Bolango, Kamis (19/3/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa  bersama dan dimanfaatkan sebagai ruang penguatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi yang sehat, jujur, dan bermartabat.

Dalam kegiatan tersebut, Yulianti Laliyo menekankan pentingnya menjaga kualitas demokrasi dari berbagai ancaman, khususnya maraknya penyebaran disinformasi dan hoaks. Isu ini menjadi fokus utama dalam diskusi karena dinilai memiliki dampak serius terhadap kepercayaan publik serta integritas proses pemilu dan pemilihan.

“Penyebaran hoaks merupakan salah satu ancaman nyata bagi demokrasi. Informasi yang tidak benar dapat mempengaruhi persepsi publik, bahkan berpotensi digunakan untuk menjatuhkan pihak tertentu dalam kontestasi politik,” tegas Yulianti.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para alumni. Sebagian besar peserta yang berdomisili di Bone Bolango menyampaikan pandangan bahwa praktik penyebaran hoaks tidak hanya mencederai prinsip kejujuran dan keadilan, tetapi juga berpotensi memecah belah masyarakat.

Para peserta juga menegaskan pentingnya tanggung jawab moral setiap individu dalam menjaga ruang informasi publik. Mereka sepakat untuk tidak terlibat dalam penyebaran informasi yang bersifat provokatif, tendensius, serta belum terverifikasi kebenarannya.

Lebih lanjut, Yulianti Laliyo menekankan bahwa peningkatan literasi digital menjadi langkah strategis dalam menghadapi arus informasi yang semakin kompleks. Masyarakat didorong untuk lebih selektif, kritis, serta aktif melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, khususnya yang berkaitan dengan isu politik dan kepemiluan.

“Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah disinformasi. Verifikasi informasi harus menjadi kebiasaan, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan,” tambahnya.

Penulis: RN

Editor: HA