Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Bolango dan Kesbangpol Rancang Sosialisasi Pendidikan Politik Menjangkau 18 Kecamatan

yulianti laliyo

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, S.Pi,.SH,.MH dan Yulianti Laliyo, S.Pd,.M.Pd saat lakukan Koordinasi dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Bone Bolango

Bone Bolango — 29 September 2026 -  Bawaslu Kabupaten Bone Bolango bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali merencanakan pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik bagi masyarakat. Rencana tersebut dibahas melalui koordinasi antara jajaran Bawaslu Bone Bolango dan Badan Kesbangpol sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai demokrasi, hak politik, serta pentingnya partisipasi dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

Koordinasi tersebut dilakukan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Yulianti Laliyo dan Alti Mohamad, dengan menemui langsung Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bone Bolango yang didampingi Kepala Bidang Politik. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam merancang program pendidikan politik yang terarah, berkelanjutan, dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu dan Kesbangpol membahas rencana pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik yang diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bone Bolango, meliputi 18 kecamatan. Pembahasan juga mencakup sejumlah aspek teknis pelaksanaan, termasuk koordinasi antarlembaga, sasaran peserta, serta pola kegiatan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah.

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo, menyampaikan bahwa pendidikan politik merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Menurutnya, pemahaman politik yang baik dapat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

alti

“Pendidikan politik perlu menjangkau masyarakat secara merata, tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu. Melalui kolaborasi dengan Kesbangpol, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai demokrasi, hak pilih, serta pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses pemilu dan pemilihan,” ujar Yulianti.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, menegaskan bahwa sosialisasi pendidikan politik juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap berbagai tantangan demokrasi, termasuk praktik politik uang, penyebaran informasi yang tidak benar, serta pentingnya menjaga netralitas aparatur pemerintahan.

“Pendidikan politik harus mampu memberikan pemahaman yang konkret kepada masyarakat. Kami ingin mendorong tumbuhnya partisipasi yang berkualitas, sehingga masyarakat tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas,” ungkap Alti.

Melalui koordinasi ini, Bawaslu Bone Bolango dan Kesbangpol diharapkan dapat menyusun langkah pelaksanaan sosialisasi secara terencana dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik masyarakat di setiap kecamatan. Sinergi kedua lembaga juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan politik sebagai bagian dari pembangunan demokrasi di Kabupaten Bone Bolango.

Ke depan, pelaksanaan sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi politik masyarakat, memperluas ruang partisipasi publik, serta memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas demokrasi, baik pada masa tahapan maupun di luar tahapan pemilu dan pemilihan.

penulis & editor.ha/rn