Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi: Yulianti Ajak Kelompok Dasa Wisma Ayula Timur Tolak Politik Uang

yulianti laliyo

Anggota Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo, S.Pd,.M.Pd saat melakukan Diskusi Konsolidasi Demoktasi di Desa Ayula Timur 

BONE BOLANGO – Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Yulianti Laliyo, S.Pd., M.Pd., mengajak kelompok perempuan untuk berperan aktif mencegah praktik politik uang demi menjaga integritas demokrasi. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama kelompok Dasa Wisma Desa Ayula Timur, Kecamatan Bulango Selatan, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 19.10 hingga 20.15 WITA itu diikuti delapan anggota Dasa Wisma.

Dalam diskusi tersebut, Yulianti membahas berbagai modus politik uang serta dampaknya terhadap kualitas penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. Ia menjelaskan bahwa politik uang tidak hanya berbentuk pemberian uang secara langsung, tetapi juga dapat berupa barang, kebutuhan pokok rumah tangga, dan bentuk materi lainnya yang bertujuan memengaruhi pilihan politik masyarakat. Setiap pemberian perlu dicermati berdasarkan maksud, tujuan, konteks, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Yulianti juga mengingatkan bahwa kelompok perempuan, termasuk ibu-ibu Dasa Wisma, memiliki posisi strategis dalam upaya pencegahan politik uang. Kedekatan mereka dengan keluarga dan lingkungan sosial dapat dimanfaatkan untuk memperluas edukasi demokrasi. Karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaan antara pemberian biasa dan pemberian yang bertujuan memengaruhi pilihan politik serta mengenali tindakan yang berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Bone Bolango berupaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan pelanggaran di luar tahapan Pemilu sekaligus mempersiapkan pengawasan menuju Pemilu 2029. Bawaslu mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif.

YULIANTI
Diskusi bersama Dasa Wisma Desa Ayula Timur

Saat diwawancarai Humas Bawaslu Bone Bolango, Yulianti Laliyo menegaskan bahwa penolakan terhadap politik uang harus dimulai dari kesadaran masyarakat di lingkungan keluarga dan komunitas. “Ibu-ibu Dasa Wisma memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi. Kami berharap mereka mampu mengenali berbagai modus politik uang, berani menolak pemberian yang bertujuan memengaruhi pilihan politik, serta menyampaikan pemahaman ini kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Yulianti.

Ia menambahkan, politik uang dapat mengurangi kebebasan pemilih dalam menentukan pilihan berdasarkan hati nurani. Praktik tersebut juga berpotensi memengaruhi kualitas kepemimpinan yang dihasilkan melalui proses demokrasi. Oleh sebab itu, masyarakat perlu membangun sikap tegas untuk tidak memberikan, menerima, maupun menjadi perantara pemberian yang bertujuan memengaruhi pilihan politik dan memenuhi unsur pelanggaran hukum.

Dalam pertemuan tersebut, anggota Dasa Wisma yang hadir menyatakan komitmen untuk mendukung Bawaslu Bone Bolango dalam mewujudkan Pemilu dan Pemilihan yang berintegritas serta bebas dari politik uang. Mereka juga diharapkan dapat menyebarluaskan edukasi kepemiluan di lingkungan masing-masing. Melalui keterlibatan masyarakat, Bawaslu Bone Bolango mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menolak politik uang dan memperkuat pengawasan partisipatif secara berkelanjutan.

penulis & editor.ha/rn