Konsolidasi Demokrasi: Yulianti Laliyo Ajak Perempuan Ayula Timur Cegah Hoaks dan Disinformasi Pemilu
|
BONE BOLANGO | Penyebaran hoaks dan disinformasi menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas demokrasi. Informasi yang tidak benar dapat membentuk persepsi masyarakat dan memengaruhi pilihan politik, terutama ketika informasi tersebut diterima dan disebarluaskan tanpa melalui proses pemeriksaan.
Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Yulianti Laliyo, saat melaksanakan Konsolidasi Demokrasi bersama kelompok perempuan di Desa Ayula Timur, Kecamatan Bulango Selatan. Dalam kegiatan tersebut, Yulianti memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali, memeriksa, dan mencegah penyebaran hoaks serta disinformasi yang berkaitan dengan pemilu.
Yulianti menegaskan bahwa menjaga kualitas pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan memastikan informasi yang diterima dan dibagikan tidak mengandung informasi yang menyesatkan.
> “Pemilu harus diselenggarakan dengan prinsip jujur. Karena itu, masyarakat juga harus ikut menjaga agar informasi yang beredar tidak menjadi sumber persoalan dalam pemilu,” ujar Yulianti.
Menurut Yulianti, perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan cepat. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi. Pemeriksaan sumber, isi, dan kebenaran informasi perlu dilakukan sebelum informasi dipercaya atau disebarluaskan kepada orang lain.
Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi tertentu dapat memiliki konsekuensi hukum apabila memenuhi unsur pelanggaran sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Karena itu, masyarakat perlu memahami batasan dalam menggunakan dan menyebarkan informasi, khususnya informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu.
Dalam kesempatan tersebut, Yulianti juga menyoroti peran perempuan dalam mencegah penyebaran hoaks dan disinformasi. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga dapat berkontribusi dalam membangun kebiasaan memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.
> “Perempuan diharapkan menjadi benteng dan perisai dalam mencegah penyebaran hoaks dan disinformasi, dimulai dari lingkungan keluarga,” pesan Yulianti.
Konsolidasi Demokrasi di Desa Ayula Timur menjadi bagian dari upaya Bawaslu Bone Bolango memperluas edukasi kepemiluan kepada masyarakat. Edukasi tidak hanya diarahkan pada pemahaman terhadap aturan pemilu, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga ruang informasi yang sehat. Bawaslu mendorong masyarakat menjadi pemilih yang kritis, cermat, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
penulis & editor.ha