Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Bone Bolango Edukasi Pemilih Pemula di MA Nurul Bahri

sofyan djama

Ketua Bawaslu Bone Bolango, Sofyan Djama, S.Pd saat memberikan edukasi kepemiluan di hadapan Siswa MA Nurul Bahri, Kabila Bone

BONE BOLANGO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango terus mengintensifkan pendidikan demokrasi di lingkungan pendidikan melalui agenda Apel Pengawasan Partisipatif Pemilih Pemula. Kegiatan edukatif tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Djama, di halaman MA Nurul Bahri, Kecamatan Kabila Bone, Senin (19/10/2026).

Program jemput bola ini dirancang untuk menanamkan pemahaman kepemiluan sejak dini kepada para peserta didik. Melalui sosialisasi terarah, Bawaslu berupaya membangun kesadaran kritis pelajar agar memahami dinamika politik sekaligus mengerti esensi pengawasan dalam menjaga integritas setiap tahapan pesta demokrasi.

Dalam amanatnya, Sofyan Djama mengupas tuntas mandat kelembagaan Bawaslu yang berfokus pada pencegahan, pengawasan tahapan, serta penindakan terhadap potensi pelanggaran sesuai regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa institusi pengawas membutuhkan kolaborasi luas dengan publik untuk menciptakan ekosistem pemilu yang bersih dan akuntabel.

"Pengawasan pemilu pada hakikatnya bukan sekadar tugas konstitusional Bawaslu semata, melainkan tanggung jawab moral kita bersama. Generasi muda memiliki andil besar dalam menentukan masa depan bangsa, sehingga keterlibatan aktif adik-adik di bangku sekolah sangat krusial sebagai garda terdepan pengawasan partisipatif," tegas Sofyan di hadapan para siswa dan dewan guru.

sofyan
Sofyan Djama, S.Pd saat memberikan kepada Siswa MA Nurul Bahri

Ia pun menyoroti sejumlah kerentanan elektoral yang marak menyasar kalangan pemilih pemula, mulai dari praktik politik uang (money politics) hingga masifnya disinformasi di ruang digital. Pelajar diimbau untuk tidak bersikap apatis dan senantiasa membiasakan diri memverifikasi setiap konten politik sebelum menyebarkannya di media sosial.

"Kami mengajak adik-adik semua menjadi pemilih yang rasional dan cerdas. Kenali serta tolak politik uang, saring informasi hoaks yang memecah belah, dan bangun sikap skeptis yang sehat. Jika menemukan indikasi kecurangan, jangan ragu untuk melapor melalui kanal resmi Bawaslu," imbuh Sofyan menyemangati peserta apel.

Selain membentengi diri dari pengaruh negatif kampanye hitam, siswa juga diarahkan untuk menumbuhkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Menghargai perbedaan pandangan politik serta menjunjung tinggi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dipandang sebagai nilai dasar yang harus tertanam kuat sebelum mereka menggunakan hak suaranya di bilik suara.

Edukasi kepemiluan di jenjang madrasah aliyah ini diharapkan melahirkan duta-duta pengawasan di lingkungan keluarga maupun pergaulan sebaya. Melalui literasi politik yang kokoh, Bawaslu Bone Bolango optimis generasi muda daerah mampu menjadi pemilih mandiri, berintegritas, dan tangguh menghadapi arus disinformasi elektoral di masa mendatang.

penulis & editor.ha/rn